Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat Kabupaten Sumedang mengalami sebanyak 64 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga September 2026.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita di Bandung, Senin, mengatakan jumlah tersebut berdasarkan data yang diperbarui pada 13 September 2026 pukul 07.00 WIB.
"Kabupaten Sumedang tercatat menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak di Jawa Barat, yakni sebanyak 64 kejadian," katanya.
Ia mengatakan jumlah kejadian karhutla di Sumedang tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Jawa Barat.
Kabupaten Ciamis berada di urutan kedua dengan 34 kejadian, disusul Kabupaten Bandung sebanyak 22 kejadian dan Kabupaten Subang 20 kejadian.
Sementara itu, Kabupaten Majalengka mencatat 18 kejadian, Kabupaten Sukabumi 16 kejadian, dan Kabupaten Purwakarta sebanyak 13 kejadian.
Secara keseluruhan, BPBD Jawa Barat mencatat 264 kejadian karhutla yang tersebar di 137 kecamatan dan 252 desa atau kelurahan.
"Dari seluruh kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 416,08 hektare, dengan Sumedang menjadi daerah dengan luas terdampak terbesar, yakni 96,69 hektare," ujarnya.
Hadi mengatakan BPBD Jawa Barat terus melakukan pemantauan dan pembaruan data kejadian karhutla berdasarkan laporan dari kabupaten dan kota di Jawa Barat.
"Data kejadian dan luasan terdampak ini terus kami lakukan pemantauan dan pembaruan berdasarkan laporan yang diterima dari wilayah," katanya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan yang mudah terbakar.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.