Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi yang melanda pantai selatan Cianjur harus diwaspadai masyarakat terutama nelayan dengan tidak melaut untuk sementara waktu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudera Wira Purnama di Cianjur, Senin, mengatakan peringatan agar tidak melaut untuk sementara karena cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 4 meter sehingga dapat mengancam keselamatan.
Hal tersebut berdasarkan surat peringatan yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa di sejumlah perairan di Indonesia sedang terjadi gelombang tinggi termasuk di pantai selatan Cianjur.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk sejumlah perairan di Indonesia sampai tiga hari ke depan, BMKG memperkirakan ketinggian gelombang bisa mencapai 2,5 meter hingga 4 meter," katanya.
Pihaknya meminta masyarakat, nelayan, dan wisatawan mengurangi kegiatan di pinggir pantai termasuk melaut dan berenang karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat sehingga mengancam keselamatan jiwa.
Bahkan untuk melakukan pengawasan pihaknya meminta Relawan Tangguh Bencana di masing-masing kecamatan di wilayah selatan Cianjur untuk melakukan patroli berkoordinasi dengan TNI/Polri sambil mengimbau masyarakat tidak mendekati bibir pantai.
Termasuk melibatkan pengelola tempat wisata di tiga kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut menimpa wisatawan yang datang dengan mengimbau mereka tidak bermain air atau berenang di pantai.
"Berbagai upaya dilakukan petugas dan relawan di pantai selatan termasuk melakukan patroli bersama di sepanjang pantai, guna mengimbau masyarakat, nelayan dan wisatawan tidak bermain air karena cuaca ekstrem," katanya.
Seiring musim kemarau yang masih melanda, pihaknya meminta masyarakat termasuk di pesisir selatan dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami juga meminta masyarakat di pesisir selatan tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar karena dapat menyebabkan kebakaran lahan dan hutan," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.