Elephants

Bocoran: Pimpinan Parpol Koalisi Kasat-kusut Paksakan Prabowo–Gibran 2029

August 16, 2026

Minggu, 16 Agustus 2026, 11:20 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu mengungkapkan bahwa pimpinan partai politik (parpol) koalisi tengah “kasat-kusut” alias ribut untuk memaksakan pasangan Prabowo–Gibran maju kembali di Pilpres 2029.

Menurut Said Didu, langkah tersebut dilakukan demi memenuhi kepentingan kelompok yang disebutnya sebagai Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok), setelah berhasil melumpuhkan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

"Setelah Geng SOP “berhasil” melumpuhkan pusat Komando Presiden @prabowo yaitu PKH, saat ini pimpinan Parpol koalisi sedang kasat-kusut untuk memaksakan melanjutkan pasangan Prabowo-Gibran 2029 - tentu  untuk memenuhi kepentingan SOP," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (16/8).

Sebagai informasi, Satgas PKH dibentuk Prabowo melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 dengan tujuan menertibkan usaha ilegal di kawasan hutan, memberantas mafia lahan, serta menyelamatkan aset dan keuangan negara dari eksploitasi liar.

Namun, Satgas ini terguncang setelah Febrie Adriansyah, yang saat itu menjabat Ketua Pelaksana Satgas PKH sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga: Bongkar Motif Sayembara Denny Indrayana: Ijazah Gibran Cuma Kedok Nyari Sumbangan!

Di sisi lain, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan PSI untuk mengawal pasangan Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya