BNPB pastikan penanganan maksimal atas karhutla di Kalteng
Jumat, 31 Juli 2026 09:15 WIB
Petugas memadamkan sisa api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Kameloh Baru, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026). Sebanyak 20 tim gabungan dan satu helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diterjunkan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Kameloh Baru yang terjadi sejak Minggu (26/7) dengan luas lahan yang terbakar sekitar 40 hektare. ANTARA/Auliya Rahman.
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, dapat berlangsung secara efektif dan terpadu.
Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa penguatan sinergi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah meluasnya dampak karhutla yang melalap ribuan hektare lahan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat mencapai 3.069,52 hektare. Kondisi ini menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi prioritas penanganan, mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang sangat rentan terbakar.
Suharyanto menegaskan bahwa langkah cepat penanganan karhutla ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah bergerak padu sesuai peran masing-masing.
"BNPB yang diamanatkan memegang komando saat tanggap dan siaga darurat turun langsung untuk memastikan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah berjalan optimal," kata dia.
Langkah percepatan ini juga disiapkan guna memitigasi potensi puncak fenomena El Nino yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Menanggapi potensi peningkatan titik api, Kepala BNPB menekankan pentingnya optimalisasi operasi gabungan melalui satgas darat maupun udara.
Selain penanganan langsung, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bakal diperkuat dengan penambahan armada pesawat guna memaksimalkan pembentukan hujan buatan.
Saat ini, dukungan operasi Satgas Udara di Kalimantan Tengah meliputi dua unit helikopter patroli, tiga unit helikopter waterbombing, serta satu unit pesawat caravan untuk OMC.
Menurut dia, potensi pertumbuhan awan hujan yang masih ada di wilayah tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal sebelum memasuki kemuncak musim kemarau.
Sejumlah titik rawan yang menjadi prioritas pemadaman saat ini berada di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, serta Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya.
Penanganan maksimal ini sejalan dengan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang telah ditetapkan Pemprov Kalteng sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.