Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penindakan setelah menerima laporan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbukitan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur kembali teramati menyala akibat hembusan angin kencang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa dinamika cuaca dan kondisi vegetasi kering menjadi pemicu utama kembali munculnya kobaran api di lokasi tersebut.
"Hembusan angin membawa bara api yang dengan cepat menyulut daun, rumput, dan serasah kering di sekitar area perbukitan," kata dia.
Abdul menjelaskan bahwa peristiwa karhutla tersebut awalnya melanda kawasan hutan Perum Perhutani seluas empat hektare di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, sejak Sabtu (25/7) dini hari.
Baca juga: BNPB: Truk tangki air bantu pemadaman kebakaran lahan di Bangka Tengah
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB merincikan lokasi lahan terdampak secara spesifik berada di wilayah Dusun III Ngelosari RT 18/04, kawasan perbukitan yang memiliki topografi terjal.
"Dilaporkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo dan BPBD Provinsi Jawa Timur disiapkan ke lokasi untuk memadamkan api melalui jalur darat," kata dia.
Menurut Abdul, akses menuju titik lokasi pemadaman menjadi tantangan utama petugas di lapangan karena berada di ketinggian perbukitan yang jauh dan sulit dijangkau moda transportasi.
Untuk itu, BNPB memastikan akan terus menjalin koordinasi dengan petugas daerah guna memastikan lokalisasi-pemadaman api di Sukapura, Probolinggo tetap berjalan optimal sehingga kebakaran tidak meluas.
Baca juga: Guru Besar IPB dorong antisipasi karhutla di periode Super El Nino
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.