Cianjur (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan tes urine terhadap 95 orang pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Cianjur sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan.
Katin Pemberdayaan Masyarakat BNNK Cianjur Sunardi di Cianjur, Senin, mengatakan kegiatan deteksi dini melalui tes urine merupakan salah satu tugas dan fungsi BNNK di mana pelaksanaannya menjadi bagian dari arahan Pemkab Cianjur.
Kegiatan tersebut menyasar pegawai di dinas dan instansi yang ada untuk memastikan tidak terdapat penyalahgunaan, maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan pemerintahan di Cianjur.
"Tes urine yang dilakukan menyasar seluruh pegawai di lingkungan pemerintah daerah termasuk di lingkungan Sekretariat DPRD Cianjur sebanyak 95 orang, sedangkan beberapa orang lainnya menyusul," katanya.
Tes urine yang dilakukan terhadap pegawai dengan sasaran sebanyak puluhan orang meski masih terdapat pegawai yang belum mengikuti tes karena sedang melaksanakan kegiatan lain maupun dinas luar.
Mereka yang belum menjalani tes urine diarahkan untuk datang langsung ke kantor BNNK Cianjur pada hari kerja guna memastikan mereka tidak menjadi penyalahguna atau pemakai narkotika berbagai jenis.
Pemeriksaan yang sama akan digelar secara acak terhadap pegawai di dinas dan instansi lainnya sepanjang tahun 2026, di mana kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini.
"Saat ini baru pegawai sedangkan dari anggota DPRD Cianjur belum ada permintaan, kalau ada tentunya kita akan melakukan tes yang sama sesuai jadwal," katanya.
Dia menjelaskan terkait hasil tes urine tidak dapat diumumkan secara terbuka kepada pegawai atau publik karena hasilnya disampaikan kepada pimpinan dinas atau instansi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami akan sampaikan hasil pemeriksaan pada pimpinannya langsung tidak pada yang bersangkutan atau secara umum, ketika ada yang positif akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.