Elephants

BMKG ingatkan agar waspada El Nino kuat pemicu peningkatan potensi karhutla Jatim - ANTARA News Megapolitan

August 13, 2026

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur (Jatim) mengingatkan seluruh daerah di provinsi setempat agar mewaspadai El Nino berkategori kuat karena menyebabkan berkurangnya curah hujan, sehingga memicu peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jatim Linda Fitrotul di Kabupaten Malang, Kamis, mengatakan indikasi El Nino dengan kategori kuat karena nilai anomali suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik timur (Nino 3.4) di atas +2 derajat Celsius.

"Dampak yang perlu diwaspadai adalah berkurangnya curah hujan dan musim kemarau menjadi lebih kering, karena dapat menyebabkan hari tanpa hujan menjadi lebih panjang, meningkatkan potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian maupun kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan risiko karhutla," kata Linda.

Baca juga: BMKG sebut fenomena El Nino kuat picu Sumsel makin kering hingga September

El Nino kategori kuat, kata dia, juga disebabkan terjadinya anomali suku muka laut di Samudera Hindia bagian barat dan timur yang ditunjukkan Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada rentang positif 0,63 dan mengindikasikan bahwa suplai air cenderung bergerak dari Indonesia bagian barat menuju ke pesisir timur Afrika.

Kombinasi kondisi yang ada itu pada akhirnya, menurut dia, mampu menyebabkan musim kemarau di wilayah Indonesia menjadi lebih kering dari normalnya.

BMKG Stasiun Klimatologi Jatim pun memperkirakan musim kemarau di provinsi setempat akan berlangsung hingga awal 2027.

Baca juga: BMKG nyatakan Juli 2026 menjadi Juli terkering sejak 1991

Guna menyikapi kondisi yang ada, pihaknya mengimbau masyarakat supaya tidak melakukan segala aktivitas yang mampu memicu terjadinya karhutla, seperti membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah.

Kemudian masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas pembersihan area lahan atau kebun dengan memanfaatkan penggunaan api atau melalui pembakaran.

"Kami mengimbau pula supaya masyarakat bijak saat memanfaatkan air," kata Linda Fitrotul.

Pewarta: Ananto Pradana
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.