Elephants

Blue Forest-BBKSDA Timika ajak komunitas jaga kelestarian mangrove Papua - ANTARA News Papua Tengah

July 24, 2026

Timika (ANTARA) - Yayasan Hutan Biru atau Blue Forest dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Wilayah II Timika mengajak komunitas di wilayah itu menjaga kelestarian dan kelangsungan hutan mangrove di Papua Tengah hingga Papua Selatan.  

Project Coordinator Blue Forest Landscape Mimika-Asmat Rofinus Daton Warat di Timika, Jumat, mengatakan kondisi habitat mangrove di Mimika dan Asmat masih sangat baik sehingga perlu terus dijaga kelestariannya.   

"Kerja sama dengan institusi atau komunitas seperti pelajar, guru, media, maupun komunitas adat hingga pemangku kebijakan sangat penting mengembangkan potensi lewat ekonomi perlu dilakukan dan tentu membutuhkan waktu," ucap Rofinus. 

Memperingati Hari Mangrove Dunia yang jatuh pada Kamis (23/7), Rofinus mengajak semua pihak berkolaborasi bersama dalam kerja nyata terhadap mangrove agar potensi besarnya tetap terjaga dan dapat dikelola secara berkelanjutan.  

Blue Forest Landscape Mimika-Asmat saat ini bekerja mendampingi masyarakat di tiga kampung mencakup Kampung Mioko dan Atuka di Kabupaten Mimika dan Kampung Yepem di Kabupaten Asmat.

Selain memberikan pengetahuan ilmiah seputar mangrove dan rehabilitasinya, Blue Forest juga meminta masyarakat lokal membagi pengetahuan lokal mereka dalam hal merawat dan melestarikan mangrore atau bakau.   

Koordinator Seksi BBKSDA Papua Wilayah II Timika Paulus Baibaba menyebut hutan mangrove sangat penting khususnya bagi satwa liar sejenis burung sebagai tempat mencari makan.  

"Kita hidup di alam ini saling berkaitan dan saling berpengaruh satu sama lain. Mangrove ini juga demikian, bagi satwa liar itu tempat cari makan, bertumbuh, berkembangbiak dan berlindung," katanya.  

Pemuka Adat Kampung Mioko Benediktus Maknaipeku menyatakan hutan mangrove sangat penting karena menghasilkan banyak manfaat.

Masyarakat setempat bahkan mempelajari kebiasaan mangrove saat berbunga maupun berbuah untuk mengetahui musim berburu ikan, udang, siput hingga karaka atau kepiting bakau.  

Pewarta: Rachmat J.
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.