Banda Aceh (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh memperkuat budaya antisuap dengan melibatkan mitra guna mewujudkan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim di Banda Aceh, Rabu, menegaskan penguatan antisuap harus terus dibangun dalam melahirkan individu berintegritas. integritas tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi
"Kami terus memperkuat budaya antisuap guna mendukung pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM serta melahirkan individu berintegritas dalam melayani masyarakat," katanya.
Menurut dia, integritas tidak boleh berhenti pada dokumen atau pernyataan tertulis. Integritas harus dimulai dari diri sendiri, dijaga secara konsisten, kemudian tumbuh menjadi budaya dan kebiasaan dalam bekerja.
Safrina Salim menyebutkan predikat Zona Integritas WBK yang telah diraih bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk penguatan tata kelola Predikat WBK bukanlah garis akhir.
"Justru setelah mendapatkan predikat WBK, tantangan kita adalah memastikan integritas benar-benar hidup dalam setiap proses kerja dalam melayani masyarakat," kata Safrina Salim.
Ia mengatakan sistem manajemen anti penyuapan (SMAP) adalah tanggung jawab bersama, termasuk membangun hubungan yang sehat dan berintegritas dengan rekan bisnis agar pelayanan publik yang prima dapat terwujud.
"Bagi BKKBN Aceh, keterlibatan mitra menjadi kunci agar standar etika dipahami sejalan. Penerapan SMAP diharapkan tidak berhenti seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan dan komitmen bersama menjaga organisasi yang bersih, berintegritas, dan terpercaya," kata Safrina Salim.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.