Jakarta -
BIYAN dan GAYA CERAMIC berkolaborasi untuk menyajikan sebuah pameran seni yang stylish. Keduanya bergabung untuk mengumpulkan material-material sisa kemudian menyulapnya menjadi kreasi dengan daya jual tinggi. Dalam 'The Afterlife of Materials', ditampilkan berbagai karya 'high fashion' dalam bentuk piring hingga aksesori.
'The Afterlife of Materials merupakan sebuah pameran kolaboratif sekaligus proyek desain bernilai koleksi yang mengubah sisa-sisa produksi menjadi karya-karya dengan persimpangan antara mode, keramik, seni kontemporer, dan desain. Kolaborasi ini menjadi unik karena mempertemukan dua disiplin kreatif yang jarang bersinggungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BIYAN x GAYA CERAMIC: The Afterlife of Materials Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
GAYA CERAMIC menyumbangkan pecahan porselen, prototype, dan material-material lain yang sudah melalui proses pembakaran di tungku. Sementara desainer BIYAN menghadirkan tekstil bersulam, kain couture, juga sisa-sisa bahan yang tersimpan dari atelier-nya. Barang-barang yang awalnya tidak untuk diperlihatkan kini malah dipamerkan.
Bukan sekadar memanfaatkan limbah, koleksi 'Porcelain Couture' menawarkan perspektif lain mengenai keberlanjutan. Rangkaian karya seni itu mengeksplorasi nilai emosional, budaya, dan estetika yang terkandung dalam material yang selama ini terabaikan. Setiap karya pun dibuat unik. Tidak ada cetakan yang digunakan berulang kali atau komposisi yang diduplikasi.
BIYAN x GAYA CERAMIC: The Afterlife of Materials Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Pameran tersebut dikembangkan oleh Direktur Kreatif Biyan Wanaatmadja dan Michela Foppiani bersama para perajin dan desainer GAYA CERAMIC. Kolaborasi mereka mengajak pengunjung untuk meninjau kembali makna dari sesuatu yang dianggap utuh, tidak sempurna, bernilai, atau layak dibuang. Pameran ini juga ingin menunjukkan bahwa keindahan sering kali justru bermula tepat di titik berakhirnya proses produksi konvensional.
Diselenggarakan di BIYAN Gallery, Ampera, Jakarta Selatan, mulai bulan September dan masih bisa dinikmati hingga Desember 2026. Selain serangkaian piring artistik, patung unik, karya seni dinding, pengunjung juga bisa menemukan instalasi yang diciptakan secara eksklusif untuk proyek ini.
BIYAN x GAYA CERAMIC: The Afterlife of Materials Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
(ami/ami)