Elephants

Biang Kerok yang Menyebabkan Pembatalan Ribuan Penerbangan di Inggris Akhirnya Terungkap

September 12, 2026

AKURAT.CO Gangguan besar pada sistem kontrol lalu lintas udara Inggris yang memicu pembatalan ribuan penerbangan pada Selasa lalu akhirnya mulai menemukan titik terang. Laporan terbaru menyebut insiden tersebut diduga dipicu oleh data penerbangan keliru yang dimasukkan oleh sebuah pesawat militer Inggris.

Media Financial Times pada Jumat melaporkan, empat sumber yang mengetahui hasil pengarahan internal mengungkap bahwa rencana penerbangan (flight plan) milik pesawat militer berisi data "spurious" atau tidak valid. Entri tersebut kemudian memicu rangkaian kegagalan yang membuat sistem National Air Traffic Services (NATS) mengalami gangguan menyeluruh.

Sistem Kontrol Udara Inggris Lumpuh Berjam-jam

Menurut laporan itu, kesalahan data dari pesawat militer menyebabkan kegagalan pada sistem kontrol lalu lintas udara nasional hingga menyebabkan sistem pengatur ruang udara lumpuh selama beberapa jam.

Upaya menghidupkan kembali sistem disebut membutuhkan beberapa kali percobaan dan memakan waktu berjam-jam sebelum operasional dapat dipulihkan.

Akibat gangguan tersebut, ruang udara Inggris sempat ditutup pada Selasa, memicu pembatalan dan penundaan ribuan penerbangan yang berdampak pada puluhan ribu penumpang di berbagai bandara.

Sebelumnya, NATS hanya menyebut insiden itu sebagai gangguan teknis tanpa menjelaskan penyebab spesifiknya.

Maskapai Kritik NATS, Investigasi Resmi Dimulai

Gangguan operasional yang berlangsung hingga Rabu menuai kritik keras dari sejumlah maskapai penerbangan. Banyak operator menilai kegagalan sistem tersebut telah menimbulkan kerugian besar serta mengganggu jadwal penerbangan di seluruh Inggris.

Kepala NATS, Martin Rolfe, telah menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang atas kekacauan yang terjadi.

Sementara itu, Civil Aviation Authority (CAA) memastikan akan melakukan investigasi independen terhadap insiden tersebut. Hasil penyelidikan dijadwalkan rampung dalam waktu enam bulan.

Namun, laporan awal yang akan diterbitkan NATS pekan depan dinilai menjadi dokumen penting untuk menjelaskan kronologi gangguan sekaligus menentukan langkah selanjutnya terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Seorang sumber yang mengetahui proses investigasi mengatakan belum ada alasan untuk mengambil tindakan terhadap individu tertentu sebelum penyebab pasti insiden benar-benar dipastikan.

 Sumber: Anadolu