Elephants

BI petakan UMKM unggulan Kalbar hingga di tingkat kecamatan - ANTARA News Kalimantan Barat

August 16, 2026

Pontianak (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPw BI Kalbar) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB Untan) memetakan komoditas, produk, dan jenis usaha unggulan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari tingkat provinsi hingga tingkat kecamatan untuk memperkuat pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

"Penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM 2026 tersebut mencakup 14 kabupaten/kota dan 174 kecamatan di Kalimantan Barat," kata Kepala KPw BI Kalbar Doni Septadijaya di Pontianak, Minggu.

Doni menyebut pemetaan hingga tingkat kecamatan diperlukan untuk memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai potensi ekonomi, kapasitas usaha, sekaligus berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di setiap wilayah.

Penelitian KPJU mencakup sejumlah aspek, antara lain kondisi produksi, ketersediaan bahan baku, kapasitas usaha, potensi pasar, pemasaran, tenaga kerja, akses pembiayaan, hingga kendala pengembangan usaha.

Ia mengatakan, hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi basis informasi bagi Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun program pengembangan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, KPw BI Kalbar menggandeng FEB Untan sebagai mitra penelitian. Tim peneliti dan enumerator akan melakukan pengumpulan data secara langsung di 174 kecamatan untuk mendapatkan informasi aktual mengenai kondisi dan prospek usaha di berbagai daerah.

Untuk menjaga kualitas data, seluruh peneliti dan enumerator telah mengikuti pelatihan yang menghadirkan lembaga riset dan pelatihan SEM Institute. Materi pelatihan mencakup metodologi penelitian, pemahaman instrumen dan kuesioner, teknik wawancara, pengumpulan data, serta standar etika penelitian lapangan.

KPw BI Kalbar berharap hasil penelitian dapat membantu pemerintah daerah menentukan sektor usaha yang layak diprioritaskan berdasarkan karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah.

Bagi sektor perbankan dan lembaga keuangan, hasil penelitian tersebut diharapkan memberikan informasi mengenai peluang pembiayaan UMKM, sementara bagi pelaku usaha dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk.

"Pemetaan tersebut juga diharapkan memperkuat keterhubungan UMKM dengan rantai pasok sehingga potensi ekonomi lokal tidak berhenti pada produksi komoditas, tetapi berkembang menjadi kegiatan usaha yang memiliki nilai tambah dan daya saing," tuturnya.

Kepala Pw BI Kalbar mengajak pemerintah daerah, perangkat daerah, perbankan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), asosiasi usaha, pelaku UMKM, akademisi, serta mitra strategis lainnya mendukung pelaksanaan dan pemanfaatan hasil penelitian tersebut.

"Melalui KPJU 2026, Bank Indonesia berharap pemetaan potensi hingga tingkat kecamatan dapat menjadi pijakan dalam mengembangkan usaha unggulan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan," kata dia.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.