Jakarta (ANTARA) - Merebus telur menjadi salah satu cara praktis untuk mendapatkan sumber protein. Namun, durasi perebusan perlu diperhatikan agar telur matang dengan baik tanpa memasaknya secara berlebihan.
Telur mengandung protein, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Proses pemanasan memang dapat memengaruhi sebagian kandungan gizi, tetapi memasak telur juga membuat protein lebih mudah dicerna serta membantu membunuh bakteri berbahaya.
Berapa lama sebaiknya merebus telur?
Tidak ada satu durasi yang secara mutlak menjamin seluruh nutrisi telur tetap utuh. Lama pemasakan, suhu dan tingkat kematangan dapat memengaruhi kandungan zat gizi tertentu.
Untuk telur rebus dengan tingkat kematangan yang aman, sekitar 7 menit dapat menjadi salah satu pilihan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencantumkan perebusan telur selama tujuh menit sebagai panduan keamanan pangan.
Namun, untuk memastikan keamanan, bagian putih dan kuning telur sebaiknya matang dan tidak cair. Pedoman keamanan pangan juga menetapkan telur perlu mencapai suhu internal sekitar 71 derajat Celsius.
Baca juga: 10 khasiat telur puyuh
Baca juga: 8 manfaat telur asin untuk kesehatan tubuh yang jarang diketahui
Apakah merebus telur terlalu lama bisa mengurangi nutrisi?
Pemanasan memang dapat mengubah sejumlah komponen nutrisi. Penelitian menunjukkan beberapa vitamin, lemak tertentu dan senyawa antioksidan pada kuning telur dapat mengalami perubahan selama proses pemasakan, terutama pada telur yang direbus hingga matang sempurna.
Di sisi lain, memasak telur tidak berarti seluruh nutrisinya hilang. Protein tetap menjadi komponen penting dalam telur matang. Bahkan, pemanasan dapat mengubah struktur protein sehingga lebih mudah dicerna tubuh.
Karena itu, anggapan bahwa telur harus direbus sesingkat mungkin agar nutrisinya tidak hilang juga kurang tepat. Keamanan pangan tetap menjadi pertimbangan utama.
Panduan durasi merebus telur
Durasi dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Sebagai gambaran:
1. Telur setengah matang
Waktu pemasakan dibuat lebih singkat sehingga bagian kuning masih lembut atau sedikit cair. Namun, telur dengan kuning yang belum matang sepenuhnya memiliki risiko keamanan pangan lebih tinggi.
2. Telur matang dengan kuning lembut
Perebusan dapat dilakukan lebih lama hingga bagian putih matang dan kuning mulai mengental. Tingkat kematangan ini perlu tetap memperhatikan keamanan telur.
3. Telur matang sempurna
Perebusan sekitar 7 menit atau lebih, tergantung ukuran telur dan metode pemasakan, dapat menghasilkan telur dengan putih dan kuning yang matang. FDA sendiri mencantumkan tujuh menit sebagai panduan merebus telur.
Durasi tersebut bukan angka mutlak karena ukuran telur, suhu awal telur, jumlah air dan panas kompor dapat memengaruhi hasil akhir.
Baca juga: 7 makanan kaya vitamin D, termasuk kuning telur
Cara merebus telur agar tetap bergizi
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan saat merebus telur.
1. Gunakan telur yang masih baik
Pilih telur dengan cangkang bersih dan tidak retak. Telur yang retak lebih berisiko terkontaminasi bakteri.
2. Masak hingga matang
Pastikan bagian putih dan kuning telur tidak lagi cair apabila ingin meminimalkan risiko bakteri seperti Salmonella.
3. Hindari memasak terlalu berlebihan
Tidak perlu merebus telur jauh lebih lama dari yang diperlukan. Selain teksturnya menjadi lebih keras, pemasakan yang lebih lama dapat memengaruhi sejumlah komponen gizi.
4. Segera dinginkan setelah matang
Setelah direbus, telur dapat segera didinginkan untuk menghentikan proses pemasakan. Jika tidak langsung dikonsumsi, telur rebus harus disimpan di lemari pendingin.
Telur rebus yang sudah matang dapat disimpan di lemari pendingin hingga satu minggu, menurut panduan keamanan pangan.
Jadi, berapa menit yang paling tepat?
Jika mengutamakan keseimbangan antara kematangan dan keamanan, sekitar tujuh menit dapat dijadikan patokan awal untuk merebus telur. Namun, kondisi telur dan metode memasak dapat membuat waktu yang dibutuhkan berbeda.
Yang terpenting, telur harus dimasak hingga putih dan kuningnya matang dengan baik. Dengan cara tersebut, telur tetap menjadi sumber protein dan berbagai zat gizi yang praktis untuk dikonsumsi sehari-hari.
Baca juga: Kaya nutrisi, ini manfaat rebusan telur bebek untuk kesehatan tubuh
Baca juga: Kenali manfaat kesehatan rutin sarapan dua butir telur setiap hari
Baca juga: 8 manfaat telur omega dan perbedaannya dengan telur biasa
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.