Elephants

Bentuk karakter siswa, SMAN 1 Kapongan Situbondo gandeng Lanal Banyuwangi implementasikan RSBT - ANTARA News Jawa Timur

October 5, 2026

Situbondo (ANTARA) - SMA Negeri 1 Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggandeng Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi dalam menerapkan konsep Rintisan Sekolah Berbasis Taruna (RSBT), untuk membentuk karakter siswa yang mempunyai disiplin tinggi, cinta tanah air dan beradab.

Kepala SMA Negeri 1 Kapongan, Saiful Bahri menyampaikan pembentukan karakter siswa menjadi bagian penting dalam pendidikan, dan tidak hanya dituntut untuk melahirkan siswa berprestasi secara akademik saja, tapi juga disiplin, mempunyai tanggung jawab, mandiri dan terpenting beradab.

"Kami memilih konsep RSBT dengan beberapa pertimbangan, di antaranya karena tantangan pendidikan saat ini adalah pembentukan karakter siswa yang punya disiplin tinggi," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Senin.

Menurut Saiful, di era digitalisasi ini membawa perubahan sangat besar bagi generasi muda, di satu sisi teknologi mempercepat informasi, namun di sisi lainnya degradasi moral, krisis kedisiplinan dan lunturnya nasionalisme dan adab menjadi ancaman nyata.

Ia menceritakan, sebelum memilih konsep RSBT pihaknya melakukan studi tiru bersama dengan para guru ke SMA Negeri Taruna Nala, Malang, Jawa Timur, sebagai langkah awal membangun sekolah dengan pendekatan RSBT.

Setelah studi tiru, ia berinisiatif mengunjungi Pangkalan TNI AL di Banyuwangi untuk meminta bantuan tenaga pengajar sambil memaparkan Rintisan Sekolah Berbasis Taruna yang mulai dirintisnya.

"Kami mendapat bantuan dua orang tenaga pengajar dari Lanal Banyuwangi, keduanya hadir setiap hari dan memberikan materi tentang kedisiplinan dan pembentukan karakter," kata Saiful.

Ia menambahkan, secara geografis Situbondo punya panjang pantai 155 kilometer, dan berpotensi atau mendukung terhadap rintisan sekolah berbasis taruna, namun tujuan utamanya adalah untuk menarik minat siswa masuk ke SMA Negeri 1 Kapongan.

"Jumlah siswa di sini terus berkurang dari tahun ke tahun, semula kami punya 24 ruang kelas, namun tahun ini hanya delapan kelas yang digunakan," kata Saiful.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Situbondo, Muhammad Badri mengapresiasi SMA Negeri 1 Kapongan yang memilih konsep RSBT, yang lambat laun nantinya akan diminati dan menjadi idola sekolah menengah atas di Kabupaten Situbondo.

"Kami apresiasi, baru enam bulan bertugas sudah punya inovasi yang luar biasa. Perlu diketahui bahwa hampir semua sekolah tantangannya adalah kedisiplinan, dan RSBT hadir untuk membentuk kedisiplinan siswa, menarik ini," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.