Elephants

Bendungan Jlantah Diresmikan, Sumanto berharap jadi solusi petani Karanganyar saat kemarau panjang

July 16, 2026

Bendungan Jlantah Diresmikan, Sumanto berharap jadi solusi petani Karanganyar saat kemarau panjang

Kamis, 16 Juli 2026 16:07 WIB

Image Print

Sumanto meninjau Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-DPRD Provinsi Jawa Tengah

Karanganyar (ANTARA) - Pembangunan Bendungan Jlantah di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, membawa angin segar bagi sektor pertanian di Jateng.

Ketua DPRD Jateng Sumanto yang hadir langsung dalam acara peresmian bendungan oleh Presiden Prabowo tersebut menyambut baik proyek strategis nasional ini. Menurutnya, keberadaan Bendungan Jlantah akan mengubah wajah pertanian di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya.

Sumanto mengatakan Bendungan Jlantah akan menjadi infrastruktur krusial yang menopang ketahanan pangan daerah secara jangka panjang. Sebab selama ini para petani kerap kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya, terutama saat musim kemarau panjang.

“Keberadaan bendungan ini akan menjadi penopang utama ketahanan pangan kita, karena aliran airnya diharapkan mampu mengairi ribuan hektare sawah milik petani yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan,” ujar Sumanto.

Lebih lanjut, Sumanto mengungkapkan bendungan ini menjadi jawaban nyata atas keluhan klasik para petani di wilayah Karanganyar. Selama ini, tantangan terbesar sektor pertanian di kawasan tersebut adalah krisis air saat musim kemarau. Setiap kali musim kemarau tiba, para petani selalu pusing dan kesulitan mencari sumber air untuk menyelamatkan tanaman padi mereka agar tidak puso atau gagal panen.

"Harapannya, dengan daya tampung Bendungan Jlantah yang besar, pasokan air ke saluran irigasi sekunder dan tersier kini bisa diatur secara merata sepanjang tahun,” ujarnya.

Dengan ketersediaan air yang melimpah dan stabil, Ketua DPRD Jateng Sumanto optimistis kesejahteraan petani lokal akan terkerek naik. Kunci utamanya ada pada peningkatan frekuensi masa tanam dan panen.

“Harapan kita bersama, bendungan ini mampu mendongkrak produktivitas pertanian secara signifikan. Jika dulu petani hanya bisa pasrah atau menanam palawija di musim kering, sekarang mereka bisa panen lebih sering dalam setahun karena tidak akan kekurangan air lagi,” katanya.

Bendungan Jlantah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual pada Jumat (10/7). Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Gatut Bayuadji mengatakan proyek yang dibangun sejak 2019 hingga 2024 ini menelan anggaran hingga Rp1,08 triliun.

Bupati Karanganyar Rober Christanto berharap Bendungan Jlantah mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.

“Tentu kami berharap dampaknya sangat baik bagi Karanganyar, salah satunya meningkatkan luas sawah yang bisa ditanami,” ujar Rober.

Menurutnya, manfaat bendungan akan semakin optimal apabila pembangunan jaringan irigasi primer maupun sekunder menuju lahan pertanian segera diselesaikan. Saat ini, lanjutnya, lahannya sudah ada. Hanya saja, perlu ditambah jaringan irigasi menuju calon-calon lahan yang akan dibuka sehingga manfaat bendungan bisa maksimal.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.