Elephants

Benarkah stevia lebih sehat dari gula biasa? Ini faktanya

August 9, 2026

Jakarta (ANTARA) - Stevia semakin dikenal sebagai alternatif pengganti gula, terutama bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi gula atau menjaga kadar gula darah. Pemanis alami ini kini banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman, mulai dari kopi, teh, hingga makanan penutup.

Popularitas stevia tidak lepas dari kandungan kalorinya yang sangat rendah. Selain itu, stevia juga memiliki rasa yang jauh lebih manis dibandingkan gula pasir sehingga hanya diperlukan dalam jumlah sedikit untuk menghasilkan tingkat kemanisan yang sama.

Lantas, benarkah stevia lebih sehat dibandingkan gula biasa?

Secara umum, stevia memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan gula pasir, terutama karena hampir tidak mengandung kalori dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah sebesar gula biasa. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dipahami secara tepat agar tidak menimbulkan anggapan bahwa stevia dapat dikonsumsi tanpa batas.

Baca juga: PT BKS terus dorong pengembangan tanaman stevia di Minahasa

Apa itu stevia?

Stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, yang banyak tumbuh di Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Rasa manis stevia berasal dari senyawa alami yang disebut steviol glycosides, terutama stevioside dan rebaudioside A. Kedua senyawa tersebut memiliki tingkat kemanisan sekitar 150 hingga 300 kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir.

Karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, penggunaan stevia jauh lebih sedikit dibandingkan gula biasa. Dalam bentuk bubuk maupun cair, sedikit stevia sudah cukup untuk memberikan rasa manis pada makanan atau minuman.

Lebih rendah kalori dibandingkan gula pasir

Salah satu keunggulan utama stevia adalah kandungan kalorinya yang sangat rendah, bahkan hampir tidak mengandung kalori.

Berbeda dengan gula pasir yang memberikan tambahan energi setiap kali dikonsumsi, stevia tidak menyumbang kalori dalam jumlah berarti. Hal ini membuat stevia sering dipilih oleh orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau ingin mengurangi asupan kalori harian.

Namun, perlu diingat bahwa mengganti gula dengan stevia tidak otomatis membuat suatu makanan menjadi rendah kalori. Jika makanan tersebut tetap mengandung banyak lemak, tepung, atau bahan tinggi energi lainnya, total kalorinya tetap bisa tinggi.

Baca juga: Enam kandungan minuman kesehatan yang bisa mempercantik kulit

Tidak meningkatkan gula darah secara signifikan

Stevia juga menjadi pilihan banyak penderita diabetes karena tidak mengandung karbohidrat seperti gula pasir.

Karbohidrat sederhana pada gula pasir dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat setelah dikonsumsi. Sementara itu, stevia tidak memberikan efek yang sama sehingga dianggap lebih ramah bagi orang yang perlu mengontrol kadar gula darah.

Selain itu, stevia memiliki indeks glikemik (IG) yang sangat rendah. Indeks glikemik merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah. Semakin rendah nilai IG suatu makanan, semakin kecil pengaruhnya terhadap lonjakan gula darah.

Meski demikian, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Menggunakan stevia bukan berarti seseorang bebas mengonsumsi makanan manis dalam jumlah berlebihan.

Cocok sebagai pengganti gula, tetapi hasil masakan bisa berbeda

Stevia dapat digunakan sebagai pengganti gula dalam berbagai minuman maupun masakan rumahan. Namun, penggunaannya pada makanan yang dipanggang memerlukan penyesuaian.

Tidak seperti gula pasir, stevia tidak mengalami proses karamelisasi yang sama ketika dipanaskan. Akibatnya, warna, tekstur, dan cita rasa kue atau roti bisa sedikit berbeda. Pada beberapa resep, penggunaan stevia murni juga dapat meninggalkan sedikit rasa pahit atau aftertaste.

Karena itu, sebagian orang memilih mengombinasikan stevia dengan sedikit gula pasir atau menggunakan produk stevia yang memang diformulasikan khusus untuk memanggang agar hasil akhirnya lebih mendekati resep asli.

Baca juga: Sebelum ganti gula ke stevia, ketahui dulu efek sampingnya

Apakah stevia benar-benar lebih sehat?

Dari sisi kandungan gizi, stevia memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan gula pasir. Pemanis ini hampir tidak mengandung kalori, tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, serta berasal dari bahan alami.

Namun, bukan berarti stevia memiliki kandungan vitamin atau mineral yang tinggi. Stevia juga bukan makanan yang dapat menggantikan pola makan sehat.

Bagi orang yang tidak memiliki diabetes maupun kondisi medis tertentu, penggunaan gula pasir dalam jumlah sesuai anjuran juga masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri lebih menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula tambahan secara keseluruhan daripada sekadar mengganti jenis pemanis yang digunakan.

Jadi, perlu beralih ke stevia?

Stevia dapat menjadi alternatif yang baik bagi orang yang ingin mengurangi asupan gula, mengontrol berat badan, atau menjaga kadar gula darah. Karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, penggunaannya juga lebih hemat dibandingkan gula pasir.

Meski demikian, manfaat stevia akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara keseluruhan.

Dengan kata lain, stevia memang memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan gula biasa. Namun, tidak ada satu jenis pemanis pun yang dapat menggantikan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Baca juga: Pemanis nol kalori sedang tren, benar kah lebih sehat dari gula?

Baca juga: Inilah pilihan pemanis alternatif selain gula yang aman bagi tubuh

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.