Elephants

Benarkah Olahraga Bisa Bantu Cegah Kanker Payudara? Dokter Onkologi Bilang Begini

September 21, 2026

Jakarta -

Kanker payudara memiliki banyak faktor, seperti usia dan genetika. Meski beberapa faktor tidak bisa dikendalikan, ada faktor yang bisa dikelola dengan pilihan gaya hidup.

Olahraga secara luas dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Tapi sejauh mana olahraga bisa membantu mencegah kanker payudara?

Dikutip dari laman Hindustan Times, Direktur dan Kepala Klinik Onkologi Radiasi Dharmshila Narayana Superspeciality Hospital, Delhi, India, dr Kanika Sood Sharma menjelaskan peran olahraga dalam mengurangi risiko kanker payudara hingga jenis latihan yang bisa difokuskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Olahraga Bisa Membantu Mengurangi Risiko Kanker Payudara?

dr Sharma mengatakan, kanker payudara sering terjadi pada orang dengan obesitas. Hal ini karena penumpukan lemak di sekitar perut yang menjadi pabrik penghasil hormon.

"Biasanya, hormon estrogen dan progesteron disekresikan oleh gonad, dengan ovarium sebagai sumber utama, tetapi lemak itu sendiri juga merupakan sumbernya," katanya.

Artinya, jika ingin melihat area penumpukan lemak yang perlu mendapat perhatian lebih, lemak di sekitar perut menjadi salah satu yang penting karena berkaitan dengan aktivitas hormonal.

"Jadi, di mana pun terdapat penumpukan lemak yang besar di sekitar perut Anda, sumber tambahan akan ditambahkan, dan itu merangsang estrogen yang tidak terkendali. Stimulasi estrogen yang tidak terkendali adalah salah satu penyebab kanker payudara," tambahnya.

Lokasi penumpukan lemak dapat memengaruhi hormon dan pada akhirnya berkaitan dengan risiko kanker. Namun, olahraga tidak dapat secara khusus membakar lemak di perut. Karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan melalui aktivitas fisik rutin dan pola makan seimbang.

Adakah Jenis Olahraga Khusus untuk Mencegah Kanker Payudara?

Menurut dr Sharma, tidak ada satu jenis olahraga yang bisa disebut sebagai latihan ajaib. Yang lebih penting adalah konsistensi dan menjaga motivasi untuk tetap aktif.

Dari pada mencari satu olahraga yang dianggap paling baik, ia menyarankan untuk melakukan berbagai jenis aktivitas fisik yang disesuaikan dengan usia, tingkat kebugaran, dan kemampuan fisik masing-masing.

Latihan kekuatan, misalnya, memiliki manfaat bagi perempuan, tidak hanya dalam kaitannya dengan pencegahan kanker payudara.

"Latihan kekuatan, khususnya bagi wanita, penting tidak hanya untuk pencegahan kanker payudara, tetapi juga untuk kesehatan tulang mereka," katanya.

Seiring bertambahnya usia, dr Sharma menyarankan agar wanita lebih memperhatikan pemeliharaan otot dan tulang yang bisa didukung dengan latihan kekuatan, daripada hanya mengandalkan kardio.

Mempertahankan massa otot yang baik juga penting untuk kesehatan metabolisme, karena otot berperan dalam pemanfaatan glukosa dan sensitivitas insulin, yang pada gilirannya dapat memengaruhi keseimbangan hormon.

Jadi, tidak ada satu latihan terbaik. Untuk pencegahan kanker payudara, para wanita bisa menggabungkan beberapa latihan seperti peregangan, kardio, hingga latihan kekuatan. Kuncinya adalah aktif secara fisik.

"Ketika Anda mulai berkeringat, itu berarti aktivitas kardiovaskular Anda meningkat, dan detak jantung Anda naik," katanya. Ia menjelaskan bahwa cara ini membuat tubuh bekerja dengan intensitas lebih tinggi dan membakar lemak.

dr Sharma juga menekankan bahwa olahraga perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, kemampuan bergerak, dan tingkat kebugaran sebelum menentukan jenis maupun intensitas latihan. Ia mengatakan, latihan untuk seseorang berusia 80 tahun tentu tidak bisa disamakan dengan latihan bagi orang berusia 40 tahun.

Selain itu, olahraga berlebihan juga perlu dihindari. Jenis dan intensitas latihan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh agar tetap aman, karena latihan yang terlalu berat atau melebihi kemampuan fisik dapat meningkatkan risiko cedera.

Halaman 2 dari 2

(elk/suc)