Jakarta (ANTARA) - Setelah makan, banyak orang memilih duduk santai atau langsung kembali bekerja. Namun, ada kebiasaan sederhana yang belakangan cukup sering dibahas dalam gaya hidup sehat, yaitu berjalan kaki setelah makan.
Jalan kaki setelah makan disebut dapat membantu tubuh mengelola kenaikan gula darah. Kebiasaan ini juga relatif mudah dilakukan karena tidak membutuhkan peralatan khusus atau waktu yang panjang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan setelah makan memang dapat memberikan manfaat, terutama terhadap kadar gula darah setelah makan. Bahkan, berjalan kaki dalam waktu singkat setelah makan dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah dibandingkan langsung duduk atau tidak melakukan aktivitas fisik.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh ketika berjalan setelah makan?
Baca juga: Berjalan kaki 30 menit setiap hari bagus untuk kesehatan tubuh
Baca juga: Jalan 10 menit setelah setiap jam duduk bantu turunkan tekanan darah
Membantu mengendalikan gula darah
Setelah makan, tubuh akan mencerna makanan dan menyerap glukosa yang kemudian masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini secara alami membuat kadar gula darah meningkat.
Ketika seseorang berjalan, otot membutuhkan energi. Glukosa dalam darah kemudian dapat digunakan oleh otot sebagai salah satu sumber energi.
Aktivitas fisik juga membuat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel. American Diabetes Association menyebut aktivitas fisik dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.
Itulah sebabnya jalan kaki setelah makan dapat membantu tubuh menangani kenaikan gula darah.
Tidak harus berjalan lama
Salah satu hal menarik dari penelitian mengenai aktivitas setelah makan adalah durasinya tidak selalu harus panjang.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa berjalan kaki selama 10 menit segera setelah makan dapat menghasilkan puncak kadar glukosa yang lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa berjalan.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa aktivitas berjalan setelah makan dapat memberikan dampak positif terhadap respons gula darah. Bahkan, tinjauan penelitian menemukan bahwa aktivitas yang dilakukan sesegera mungkin setelah makan cenderung lebih efektif dalam mengurangi kenaikan gula darah dibandingkan menunggu lebih lama.
Artinya, tidak perlu menunggu waktu khusus untuk melakukan aktivitas yang sangat lama. Berjalan santai dalam waktu singkat setelah makan sudah bisa menjadi pilihan untuk menambah aktivitas fisik dalam rutinitas harian.
Baca juga: Manfaat berjalan tanpa alas kaki di rumput, bisa perbaiki siklus tidur
Bukan berarti harus langsung olahraga berat
Jalan kaki setelah makan berbeda dengan olahraga intensitas tinggi.
Setelah makan, tujuan utamanya bukan membuat tubuh bekerja sekeras mungkin, tetapi menambahkan aktivitas fisik ringan yang nyaman dilakukan.
Karena itu, berjalan dengan kecepatan santai hingga sedang bisa menjadi pilihan. Tidak perlu memaksakan diri berlari atau melakukan latihan berat hanya karena ingin mendapatkan manfaat lebih cepat.
Bagi orang yang baru mulai aktif bergerak, berjalan kaki juga relatif mudah dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari.
Bisa menjadi cara mengurangi terlalu lama duduk
Kebiasaan berjalan setelah makan juga dapat membantu memutus periode duduk terlalu lama.
Misalnya, setelah makan siang di kantor, seseorang dapat berjalan sebentar sebelum kembali bekerja. Begitu juga setelah makan malam, berjalan santai dapat menjadi alternatif daripada langsung duduk dalam waktu lama.
American Diabetes Association juga menganjurkan untuk memecah periode duduk dengan aktivitas fisik singkat, terutama bagi orang dengan diabetes tipe 2.
Jadi, manfaatnya tidak hanya soal apa yang terjadi setelah satu kali makan, tetapi juga bagaimana aktivitas kecil tersebut menjadi bagian dari kebiasaan bergerak sepanjang hari.
Apakah jalan kaki setelah makan bisa membantu menurunkan berat badan?
Jalan kaki tentu menggunakan energi, sehingga dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih aktif. Namun, jangan menganggap berjalan selama beberapa menit setelah makan sebagai cara instan untuk menurunkan berat badan.
Pengelolaan berat badan dipengaruhi banyak faktor, termasuk pola makan, total aktivitas fisik, tidur, dan kondisi kesehatan seseorang.
Jalan kaki setelah makan lebih tepat dilihat sebagai salah satu kebiasaan sederhana untuk meningkatkan aktivitas fisik harian.
Jika dilakukan secara konsisten dan dikombinasikan dengan pola hidup sehat, kebiasaan bergerak tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesehatan.
Baca juga: Jalan kaki setiap pagi baik untuk otot dan otak
Bagaimana dengan pencernaan?
Berjalan santai setelah makan tidak sama dengan melakukan olahraga berat. Aktivitas ringan dapat membantu seseorang tetap bergerak setelah makan tanpa harus langsung melakukan latihan intensif.
Namun, respons tubuh setiap orang berbeda. Setelah makan dalam jumlah sangat banyak, misalnya, sebagian orang mungkin merasa terlalu kenyang untuk langsung berjalan.
Karena itu, dengarkan kondisi tubuh. Jika merasa sangat penuh atau tidak nyaman, berikan waktu untuk beristirahat sebelum mulai bergerak.
Perhatikan kondisi jika memiliki diabetes
Bagi sebagian orang dengan diabetes, aktivitas fisik setelah makan dapat menjadi bagian dari pengelolaan gula darah. Namun, respons gula darah terhadap aktivitas dapat berbeda-beda.
American Diabetes Association mengingatkan bahwa orang yang menggunakan insulin atau obat tertentu perlu memperhatikan risiko gula darah terlalu rendah saat berolahraga. Pemantauan dan penyesuaian aktivitas sebaiknya dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Karena itu, manfaat jalan kaki setelah makan tidak berarti setiap orang dengan diabetes dapat menerapkannya dengan cara yang sama.
Jadi, benarkah jalan kaki setelah makan baik untuk tubuh?
Jawabannya, ya, jalan kaki ringan setelah makan dapat menjadi kebiasaan yang baik, terutama karena penelitian menunjukkan manfaatnya terhadap pengendalian kenaikan gula darah setelah makan.
Menariknya, aktivitas tersebut tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Jalan kaki sekitar 10 menit setelah makan sudah menunjukkan manfaat dalam sejumlah penelitian, meskipun respons setiap orang bisa berbeda.
Yang paling penting bukan mengejar durasi tertentu, melainkan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas.
Jadi, setelah makan berikutnya, tidak ada salahnya mengganti kebiasaan langsung duduk dengan berjalan santai sebentar. Sederhana, tidak membutuhkan alat khusus, dan bisa menjadi cara praktis untuk membuat tubuh tetap aktif.
Baca juga: Jalan kaki atau lari, mana lebih baik untuk tekanan darah?
Baca juga: Tak perlu olahraga berat, jalan kaki cukup guna jaga kebugaran
Baca juga: 7000 langkah sehari tekan risiko penyakit jantung hingga depresi
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.