Jakarta (ANTARA) - Pernahkah Anda mengalami siklus haid yang terlambat atau jadwalnya menjadi tidak menentu setelah beberapa minggu sering begadang? Banyak wanita menganggap telat haid hanya disebabkan oleh stres atau kehamilan.
Padahal, kebiasaan tidur larut malam atau kurang tidur secara kronis memiliki dampak langsung terhadap keseimbangan hormon reproduksi dan keteraturan siklus menstruasi.
Bagaimana begadang mengganggu siklus haid? Berikut penjelasannya mengutip Siloamhospital dan sumber-sumber lain.
Secara alami, tubuh manusia diatur oleh ritme sirkadian (circadian rhythm), yaitu jam biologis internal 24 jam yang mengontrol siklus tidur-bangun serta pelepasan berbagai jenis hormon. Begadang merusak ritme sirkadian ini dan memicu kekacauan hormonal melalui beberapa mekanisme:
Baca juga: Batasan mengonsumsi kafein saat begadang
-
Peningkatan hormon stres (Kortisol)
Saat tubuh dipaksa terjaga di malam hari, otak menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk stres fisik. Akibatnya, kelenjar adrenal memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Kadar kortisol yang tinggi dapat menekan kerja hipotalamus pusat kendali di otak yang mengatur pelepasan hormon reproduksi seperti Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH). Penekanan ini membuat proses ovulasi (pelepasan sel telur) tertunda atau bahkan tidak terjadi sama sekali (anovulasi).
-
Gangguan hormon estrogen dan progesteron
Ketidakseimbangan pada pengeluaran GnRH mengganggu produksi Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) dari kelenjar hipofisis. Akibatnya, pembentukan hormon estrogen dan progesteron di ovarium menjadi tidak stabil. Padahal, kedua hormon ini merupakan kunci utama yang mengatur penebalan dan peluruhan dinding rahim saat haid.
-
Penurunan hormon melatonin
Begadang biasanya diiringi oleh paparan cahaya buatan atau layar gadget. Hal ini menghambat produksi melatonin, yaitu hormon yang bertanggung jawab mengatur tidur sekaligus berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kualitas sel telur dan kesehatan ovarium.
Baca juga: Camilan yang bisa jadi pilihan saat bergadang
Dampak pada siklus menstruasi
Dampak dari ketidakseimbangan hormon akibat begadang antara lain:
- Siklus haid tidak teratur: Rentang waktu antar-haid menjadi lebih panjang (lebih dari 35 hari) atau justru lebih pendek dari biasanya.
- Amenore sekunder: Berhentinya haid selama beberapa bulan berturut-turut.
- Perubahan volume darah haid: Perdarahan menjadi sangat sedikit (spotting) atau justru sangat deras.
- Gejala PMS yang lebih parah: Kenaikan kortisol akibat kurang tidur memperburuk kram perut, perubahan suasana hati (mood swings), dan rasa lelah berlebih sebelum haid.
Tips mengembalikan keteraturan siklus haid
Untuk memperbaiki pola tidur dan menyeimbangkan kembali hormon tubuh, Anda dapat menerapkan beberapa langkah sleep hygiene berikut:
- Jadwal tidur konsisten: Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan.
- Cukupi durasi tidur: Pastikan tubuh mendapatkan waktu tidur berkualitas selama 7–9 jam setiap malam.
- Batasi layar elektronik: Matikan televisi, komputer, dan ponsel setidaknya 1–2 jam sebelum tidur untuk memicu produksi melatonin alami.
- Kelola stres: Lakukan relaksasi ringan seperti latihan pernapasan, yoga, atau membaca buku sebelum tidur.
Baca juga: Kurang tidur bisa rusak jantung, ini dampak begadang bagi kesehatan
Baca juga: Benarkah begadang bisa menyebabkan darah tinggi? Ini penjelasannya
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.