Elephants

Beban Utang AS Diproyeksikan Tembus 123 Persen PDB pada 2028, Fitch Soroti Defisit

August 14, 2026

Bagikan:

JAKARTA - Beban utang pemerintah Amerika Serikat diperkirakan terus naik hingga mencapai 123 persen dari produk domestik bruto atau PDB pada akhir 2028. Fitch Ratings menilai defisit fiskal yang tinggi, beban bunga yang besar, dan utang yang terus meningkat masih membatasi peringkat kredit AS.

Anadolu Agency dikutip Jumat, 14 Agustus, menyebut rasio utang pemerintah AS berada di level 117 persen dari PDB pada akhir 2025. Angka itu sudah lebih dari dua kali lipat median negara-negara dengan peringkat kredit “AA”.

Fitch menilai pemerintah AS belum mengambil langkah berarti untuk mengatasi defisit fiskal yang besar. Tekanan belanja juga diperkirakan meningkat dalam satu dekade mendatang seiring bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia.

Defisit pemerintah diproyeksikan melebar menjadi 7,4 persen dari PDB pada 2026 dan bertahan di level tersebut pada 2027. Angka itu menjadi yang tertinggi di antara negara-negara berperingkat “AA”.

Upaya menekan defisit juga diperkirakan semakin berat karena biaya militer dan pembayaran bunga meningkat. Belanja untuk Medicare dan Jaminan Sosial juga terus bertambah.

BACA JUGA:


Fitch memperkirakan AS akan menyentuh batas utang resmi sebesar 41,1 triliun dolar AS sekitar pertengahan 2027.

Meski beban utang terus naik, Fitch tetap mempertahankan peringkat kredit jangka panjang AS dalam mata uang asing di level “AA+” dengan prospek stabil.

Peringkat tersebut ditopang besarnya ekonomi AS, pendapatan per kapita yang tinggi, lingkungan bisnis yang dinamis, serta fleksibilitas pembiayaan karena dolar masih menjadi mata uang cadangan utama dunia.

Namun, defisit fiskal yang tinggi, beban bunga yang besar, dan utang pemerintah yang terus meningkat tetap menjadi faktor yang membatasi peringkat tersebut.

Fitch memperkirakan ekonomi AS tumbuh rata-rata 1,9 persen pada 2026 dan 2027 meski menghadapi tarif lebih tinggi, pemangkasan belanja pemerintah, pengetatan pengawasan perbatasan, dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan.

Fitch menilai ketahanan ekonomi AS menghadapi perubahan tarif dan lonjakan harga minyak menunjukkan kemampuannya menyerap guncangan.

Di sisi lain, permintaan tenaga kerja melemah dan penciptaan lapangan kerja melambat tajam pada 2026.

Inflasi tahunan diperkirakan rata-rata 3,4 persen tahun ini, masih di atas target Federal Reserve sebesar 2 persen. Fitch memperkirakan inflasi mendekati target tersebut menjelang akhir 2028.

Tarif juga ikut mendorong kenaikan inflasi inti barang. Namun, menurut Fitch, dampaknya terhadap harga konsumen lebih terbatas dibanding perkiraan awal.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+