Elephants

Bea Cukai Sumbagbar fasilitasi pelaku UMKM lewat klinik ekspor

August 4, 2026

Bea Cukai Sumbagbar fasilitasi pelaku UMKM lewat klinik ekspor

Selasa, 4 Agustus 2026 21:44 WIB

Image Print

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Sumatera Bagian Barat Bier Budy Kismulyanto memberi keterangan kepada awak media di Bandarlampung, Selasa. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) berupaya memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Lampung masuk dalam pasar ekspor melalui program klinik ekspor.

"Terkait dengan masalah UMKM, salah satu fungsi bea cukai adalah trade facilitator atau memfasilitasi kegiatan perdagangan yang bukan hanya untuk perdagangan besar, tapi untuk pelaku usaha baik mikro, kecil, hingga menengah," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Sumatera Bagian Barat Bier Budy Kismulyanto dalam press conference APBN Provinsi Lampung di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan dalam pelaksanaan pendampingan bagi pelaku UMKM di Lampung, telah ada tujuh UMKM yang dalam waktu dekat akan melakukan ekspor produk-produknya ke berbagai negara tujuan ekspor.

Pihaknya bersinergi dengan berbagai pihak baik internal Kementerian Keuangan ataupun pemerintah daerah dalam mengembangkan UMKM, salah satunya melalui program klinik ekspor.

"Disini kami mengedukasi pelaku UMKM untuk berani melangkah ke pasar global, sebab banyak pelaku UMKM terpikir kalau ekspor ini sulit serta rumit. Dengan klinik ekspor ini diharapkan semua bisa teredukasi," katanya.

Dia menjelaskan selain itu pihaknya pun akan berusaha mencarikan, serta memfasilitasi pelaku UMKM untuk bertemu dengan pembeli dari berbagai negara melalui kegiatan business matching.

Sedangkan untuk memfasilitasi pembiayaan bagi pelaku UMKM, lanjut Bier, ada Lembaga Pembiayaan ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia EximBank yang bekerjasama dengan pihaknya untuk melakukan kurasi produk, terutama UMKM yang hendak ekspor.

"Karena pembeli sangat berharap kebutuhan mereka dapat dipenuhi oleh pelaku UMKM secara berkelanjutan, sehingga kami edukasi juga kalau ada pemintaan lanjutan mereka harus memastikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas jangan sampai setelah ekspor perdana dan kebutuhan selanjutnya tidak terpenuhi," ucap dia.

Dia menjelaskan, adapula kolaborasi dalam pengembangan UMKM ekspor dengan pelaku usaha, serta Dinas Perdagangan Provinsi Lampung dengan mengadakan sosialisasi ekspor ke UMKM serta program penugasan khusus ekspor (PKE).

"Lalu beberapa waktu kemarin juga sudah ada ekspor tepung tapioka dari kelompok tani sebanyak 3.330 ton, tapi ini dilakukan secara bertahap. Kemarin sudah dilakukan ekspor sebanyak 20 kontainer," kata Bier.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.