Baznas-Pemkab Bantul salurkan bantuan modal usaha kepada 345 warga
Selasa, 21 Juli 2026 19:09 WIB
Ilustrasi - Perajin papan selancar sedang memperbaiki papan di Hauw Custom Surfboard, Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (25/5/2025). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/bar
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bantul tahun 2026 menyalurkan bantuan modal usaha kepada 345 keluarga kurang mampu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Prapta Nugraha di Bantul, Selasa, mengatakan bantuan modal usaha tersebut diberikan oleh Baznas Bantul yang bekerja sama dengan DKUKMPP Bantul.
Dalam program itu, DKUKMPP bertugas memberikan pendampingan dan pelatihan usaha kepada para penerima manfaat.
"Upaya pemberdayaan masyarakat kurang mampu agar sebisa mungkin bisa berwirausaha," katanya.
Menurut dia, sebanyak 345 warga kurang mampu di Kabupaten Bantul menerima bantuan modal usaha setelah melalui proses kurasi bersama instansi terkait.
"Penerima berasal dari masyarakat kategori desil 1, 2, dan 3 berdasarkan usulan dari kalurahan yang dinilai masih memiliki kemampuan dan kemauan untuk berusaha," ujar dia.
Ia menjelaskan proses penjaringan penerima manfaat dilakukan melalui pengajuan proposal yang memuat rencana usaha, baik usaha baru maupun usaha yang telah berjalan.
"Mereka menyusun proposal mengenai jenis usaha yang akan dijalankan, ada yang memulai usaha baru dan ada yang mengembangkan usaha yang sudah ada, berdasarkan proposal tersebut kemudian kami kelompokkan," katanya.
Menurut dia, jenis usaha yang diajukan beragam, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Para penerima selanjutnya memperoleh pelatihan yang disesuaikan dengan bidang usaha masing-masing.
"Ada yang bergerak di bidang integrated farming, UMKM, maupun perikanan semua kami kelompokkan, kemudian diberikan pelatihan mengenai cara memulai dan mengelola usaha sebelum diusulkan kepada Baznas," kata Prapta.
Hingga saat ini, lanjut dia, penyaluran bantuan telah menjangkau 109 penerima manfaat.
"Tahun ini ada sekitar 345 penerima manfaat, rata-rata setiap kalurahan terdapat empat orang penerima," katanya.
Ia mengatakan pelatihan diberikan oleh instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidang usaha masing-masing agar mampu menciptakan wirausaha baru di Kabupaten Bantul.
"Harapannya pendapatan mereka meningkat dan usahanya berkembang sehingga secara bertahap dapat meningkatkan taraf hidup," ujar Prapta.
Selain itu, DKUKMPP akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan usaha para penerima manfaat hingga semester II 2026.
"Monitoring kami lakukan mulai Juli hingga Desember untuk melihat perkembangan usahanya," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Bantul Syahroini Djamil mengatakan sebelum bantuan disalurkan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul untuk memastikan bantuan diberikan kepada sasaran yang tepat.
"Jadi datanya harus benar-benar valid, data dari Bappeda terutama yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, intinya agar tidak salah sasaran," ujar dia.
Ia menambahkan distribusi bantuan dilakukan melalui kantor kalurahan atau kapanewon dengan rata-rata sekitar 30 penerima manfaat di setiap kapanewon.
"Fokus kami adalah pemberdayaan daripada bantuan yang bersifat konsumtif, rata-rata setiap kapanewon ada sekitar 30 penerima manfaat," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026