Jakarta (ANTARA) - Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI Puadi mengatakan gagasan yang disampaikan mahasiswa dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026 dapat menjadi masukan untuk memperkuat kewenangan dan kelembagaan Bawaslu.
"Gagasan tersebut ini adalah merupakan satu penambah, menambah kekuatan kita, kelembagaan kita untuk memperkuat kewenangan kita di Bawaslu," kata Puadi di Jakarta, Jumat
Puadi mengatakan berbagai gagasan dan ide segar yang disampaikan peserta selama kompetisi debat telah melampaui dugaan dan ekspektasi pihak Bawaslu
Ia mengatakan para mahasiswa tidak hanya menyampaikan opini, tetapi juga menguji teori dan mengaitkannya dengan persoalan hukum pemilu yang terjadi di lapangan.
"Mereka memberi masukan-masukan ternyata ini di luar dugaan kami, di luar ekspektasi kami," ujarnya.
Puadi mencontohkan salah satu gagasan peserta yang mengangkat mosi mengenai penerapan keadilan dalam tindak pidana pemilu dengan menguji aspek kepastian hukum dan keadilan hukum serta mengaitkannya dengan persoalan politik uang.
Menurutnya, gagasan tersebut menunjukkan keberanian mahasiswa dalam menguji teori sekaligus membaca berbagai persoalan hukum pemilu.
Puadi mengatakan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu tidak hanya dirancang sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai ruang akademik dan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan.
Melalui forum tersebut, mahasiswa didorong tidak hanya mempelajari ilmu kepemiluan dari buku dan perkuliahan, tetapi juga berani menguji teori, membaca permasalahan hukum, serta menawarkan solusi.
Ia berharap gagasan dan pengalaman yang diperoleh para peserta dapat diteruskan melalui sosialisasi dan peningkatan literasi kepemiluan di lingkungan civitas akademika di seluruh Indonesia.
"Kami berharap ada mosi-mosi yang kemudian apabila selama kami menjalankan tugas, kegamangan dan kegalauan yang selama ini dalam menjalankan tugas itu mereka melakukan sosialisasi, menambah literasi pengetahuan untuk bisa disosialisasikan di kalangan civitas akademika seluruh Indonesia," kata Puadi.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.