Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo memastikan akurasi data pemilih melalui monitoring dan uji petik secara faktual dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) 2026.
Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli di Kabupaten Bone Bolango, Rabu, mengatakan kegiatan monitoring dan uji petik pengawasan PDPB Triwulan III Tahun 2026 dilaksanakan selama dua hari.
"Kegiatan ini kami gelar selama dua hari, dari tanggal 9 sampai 10 September 2026," kata Idris didampingi anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango Yulianti Laliyo.
Idris mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan akurasi dan kesesuaian data pemilih dengan kondisi faktual di lapangan.
"Monitoring dan uji petik merupakan langkah penting dalam memastikan data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi faktual," katanya.
Monitoring diawali dengan uji petik di Desa Bulotalangi, Kecamatan Bulango Timur. Tim diterima Penjabat Kepala Desa Bulotalangi Rafiq Saleh dan Kasi Pemerintahan Riano Kahar.
Uji petik dilakukan terhadap sejumlah kategori data, antara lain pemilih yang telah meninggal dunia, pindah domisili, menjadi anggota TNI/Polri, belum terdaftar sebagai pemilih, serta data dengan alamat yang tidak ditemukan.
"Uji petik ini penting untuk memastikan setiap perubahan data pemilih dapat diverifikasi secara langsung, sehingga data yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan," ujar Idris.
Selanjutnya, tim melanjutkan monitoring di Desa Talumopatu, Kecamatan Tapa, dan diterima Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Prilolan.
Idris mengatakan pengawasan PDPB perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dan sinergi dengan pemerintah desa.
"Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Gorontalo terus mendorong tersedianya data pemilih yang valid, akurat, dan mutakhir sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas daftar pemilih," katanya.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.