Elephants

Batam jaga inflasi dengan gerakan menanam dan sembako keliling

August 30, 2026

Batam jaga inflasi dengan gerakan menanam dan sembako keliling

Minggu, 30 Agustus 2026 12:30 WIB

Image Print

Mobil GASING Disperindag Batam yang menjual sembako keliling di kawasan Bengkong di Batam, Kepri (20/8/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat pengendalian inflasi melalui gerakan menanam komoditas pangan, serta penjualan sembako keliling untuk menjaga pasokan, distribusi, dan keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan secara konsisten dengan memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terjangkau.

“Kita terus memastikan pasokan kebutuhan pokok aman, distribusi berjalan lancar, dan berbagai intervensi pemerintah dilakukan ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Yang paling penting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Amsakar dalam keterangan di Batam, Minggu.

Berdasarkan Laporan Hasil Monitoring Pengendalian Inflasi Daerah Kota Batam Minggu IV Agustus 2026, inflasi Kota Batam pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,33 persen secara year-on-year (yoy). Angka tersebut masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen.

Sejumlah kelompok pengeluaran menjadi penyumbang inflasi tahunan, antara lain transportasi sebesar 6,99 persen, makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,92 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,77 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,17 persen.

Meski demikian, kondisi harga kebutuhan pokok pada 24 hingga 28 Agustus 2026 terpantau cukup baik, dengan tidak terdapat kenaikan harga kebutuhan barang pokok.

Berbagai langkah telah dilakukan Pemkot Batam, salah satunya gerakan menanam sebagai salah satu strategi menjaga ketersediaan komoditas pangan.

“Jadi pemerintah melakukan pengembangan kawasan hortikultura cabai seluas 30 hektare untuk cabai merah keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit hijau. Selain itu, ribuan bibit cabai telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Batam,” kata dia.

Intervensi harga juga dilakukan melalui program pasar murah bersubsidi dan Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING). Pada Agustus 2026, kegiatan GASING dilaksanakan di sejumlah wilayah Kecamatan Bengkong untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga melakukan inspeksi ke pasar dan distributor, operasi pasar murah, pemantauan harga dan stok, koordinasi dengan daerah penghasil komoditas, hingga penguatan pasokan bahan kebutuhan pokok.

Dari sisi stok, kondisi kebutuhan pangan terjaga. Data per 26 Agustus 2026 mencatat persediaan beras mencapai 3.393.503 kilogram, minyak goreng 204.704 kilogram dan gula 134 kilogram.

Dalam laporan tersebut, tidak ditemukan potensi kekurangan stok beras. Dengan berbagai strategi tersebut, Pemkot Batam terus berupaya menjaga inflasi tetap terkendali.

Stabilnya harga kebutuhan pokok pada pekan keempat Agustus menjadi salah satu indikator bahwa intervensi pemerintah dalam menjaga pasokan dan keterjangkauan harga terus berjalan.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.