Liputan6.com, Jakarta - Basri Lewaimang diduga bukan sekadar bandar narkoba. Pria yang baru ditangkap di Johor Bahru, Malaysia, itu diduga berperan sebagai koordinator peredaran narkotika di tiga tempat hiburan malam (THM) di Batam, Kepulauan Riau.
Tiga tempat hiburan yang disebut penyidik yakni Planet 1, Planet 2, dan HH Club. Meski berada di lokasi berbeda, ketiganya diduga masih berada dalam satu manajemen.
Dugaan keterlibatan Basri terungkap dari keterangan sejumlah tersangka dan saksi yang telah diperiksa Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago mengatakan Basri diduga bertugas mengoordinasikan peredaran narkotika di tiga tempat hiburan tersebut.
“Dari keterangan tersangka dan saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan, diduga ada keterlibatan Pak Basri selaku koordinator di tempat hiburan malam tersebut yang diduga mengedarkan narkotika di P1, P2 dan P3,” kata Drago kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329214/original/018434100_1787226958-IMG_5572.jpg)
Perbesar
Drago menjelaskan ketiga tempat hiburan tersebut beroperasi di lokasi berbeda. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga ketiganya berada di bawah satu manajemen.
“HH Club itu sendiri, P2 itu sendiri, P1 itu sendiri. Jadi beda tempat tapi diduga dalam satu manajemen,” ujarnya.
Polisi masih mendalami posisi Basri dalam pengelolaan tempat-tempat hiburan tersebut. Penyidik belum memastikan apakah Basri hanya berperan sebagai koordinator peredaran narkoba atau turut memiliki ketiga klub malam tersebut.
“Nanti kita identifikasi lebih dalam,” kata Drago.
Jadi Perhatian Penyidik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329213/original/011831100_1787226955-IMG_5571.jpg)
Perbesar
Dugaan keterlibatan Basri juga menjadi perhatian penyidik karena besarnya peredaran ekstasi di tempat-tempat hiburan tersebut. Sebelumnya, penyidik mengungkap sedikitnya 40.000 butir ekstasi beredar setiap bulan di THM Planet Batam. Jumlah tersebut bahkan disebut dapat meningkat ketika jumlah pengunjung sedang penuh.
Basri Ditangkap di MalaysiaBasri kini telah ditangkap di Johor Bahru, Malaysia. Keberadaannya terendus melalui kerja sama Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol.
Saat diamankan, Basri disebut tidak melakukan perlawanan dan langsung bersikap kooperatif kepada petugas.
“Tidak ada perlawanan, kooperatif,” ujarnya.
Dari tangan Basri, polisi menyita dua alat komunikasi serta uang dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.
Selain itu, petugas mengamankan tiga rangkap catatan yang diduga berisi rekapan narkotika. Seluruh barang bukti tersebut kini disita untuk kepentingan penyidikan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6