Basarnas menembus akses longsor dan perluas pencarian korban gempa Flores NTT
Minggu, 16 Agustus 2026 11:19 WIB
Ilustrasi: Petugas kepolisian dan relawan mengevakuasi pasien terdampak gempa di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
Jakarta (ANTARA) - Basarnas berhasil menembus akses jalan yang sempat tertimbun material longsor guna memperluas area pencarian dan pertolongan korban pada hari kedua pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Minggu, mengatakan pengerahan personel beserta alat utama (alut) SAR dilakukan secara masif sejak pukul 06.00 WITA dengan fokus operasi di wilayah Kota Mbay Nagekeo dan kawasan Reo Manggarai.
"Akses darat di wilayah Reo yang sebelumnya terputus akibat longsor kini sudah berhasil dibuka oleh tim," kata Edy Prakoso.
Menurut dia, terbukanya jalur tersebut memungkinkan tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur dari TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah (pemda) setempat, melakukan penyisiran dan evakuasi hingga menjangkau wilayah-wilayah terdampak yang sebelumnya terisolasi.
Selain itu terbukanya akses transportasi darat juga dinilai sangat krusial bagi percepatan distribusi bantuan medis maupun penjangkauan penyintas yang membutuhkan pertolongan darurat di kawasan pelosok.
Kantor SAR Maumere melaporkan berdasarkan pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, ada sebanyak 112 orang terdampak gempa dengan rincian 48 orang meninggal dunia serta 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.
Jumlah korban tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi berkembang seiring proses penyisiran yang terus berlangsung di lapangan bersama BPBD dan potensi SAR setempat.
"Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperoleh informasi dari sumber resmi dan berwenang," kata Edy Prakoso.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.