Bapanas yakin kenaikan GKP pacu produktivitas petani
Selasa, 14 Juli 2026 19:47 WIB
Petani membawa padi hasil panen di area persawahan kawasan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/7/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz
Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) memberikan dampak positif bagi petani karena dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendorong produktivitas sektor pertanian.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Selasa mengatakan, harga GKP yang berada di atas Rp7.000 per kilogram menunjukkan kondisi yang menguntungkan bagi petani.
"Harga beras itu kan identik dengan harga GKP. Nah, rata-rata GKP kita sekarang ini, kalau di rata-ratakan sekitar Rp7.000, tapi kalau kita ngambil harga paling tinggi ada Rp7.500," ujar dia.
"Sisi positifnya apa? Petani kita lagi bahagia. Kalau kita ingin menjadi negara produsen, ingin swasembada, tentu ini sisi positif. Kenapa?Karena harganya nyaman bagi petani kita, nyaman bagi petani kita untuk berproduksi," katanya lagi.
Ia menjelaskan, harga GKP yang berada di atas Rp6.500 per kilogram akan berdampak terhadap harga beras di tingkat konsumen karena asumsi harga eceran tertinggi sebelumnya menggunakan acuan harga gabah tersebut.
"Kalau GKP-nya lebih dari Rp6.500 tentu tidak akan bisa sesuai dengan harga eceran, apalagi di atas Rp7.000," katanya.
Oleh karena itu menurut dia, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen. Di sisi hilir, pemerintah memberikan bantuan pangan serta menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna membantu masyarakat.
"Makanya ada bantuan pangan, bantuan pangan bagi 33,24 juta, kalau satu keluarga ada tiga orang saja, kali tiga kan sekitar 90 sekian juta orang sudah dibantu," ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran SPHP beras, gerakan pangan murah, serta berbagai intervensi pemerintah lainnya menjadi instrumen untuk menjaga keterjangkauan harga beras di masyarakat.
Terkait dampaknya terhadap inflasi beras, dirinya optimistis berbagai program pemerintah dapat membantu menekan kenaikan harga di tingkat konsumen. Terlebih, bantuan pangan yang disalurkan ke masyarakat akan mengurangi tekanan permintaan di pasaran.
"Ini juga sangat mendukung, karena itu sisi hulu nyaman berproduksi, sisi hilir dibantu dengan bantuan pangan dan SPHP, belum lagi gerakan pangan murah dan lain sebagainya," katanya.
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026