Elephants

Bandung Baheula: Nekat menjenguk dari jendela kereta, Kacamata Pak Haji auto "raib" - ANTARA News Jawa Barat

September 11, 2026

Bandung (ANTARA) - Guys, kalau kalian pikir copet zaman sekarang udah paling nekat, kalian harus dengerin plot twist kriminal dari Stasiun Bandung tahun 1961 ini. Ini bukti kalau penjahat zaman dulu tuh punya tingkat percaya diri yang di luar nalar sampai bikin korbannya melongo pasrah! Minimal thinking dulu makanya kalau lagi di fasilitas umum, ya.

Biar gak penasaran sama kejadiannya, langsung aja baca teks asli dari arsip Kantor Berita ANTARA edisi 28 September 1961 berikut:

Bandung, 28 September 1961 (Antara) – Pada saat kereta api tjepat meninggalkan stasion Bandung menudju Jogjakarta, Hadji Mn (45 th) mendjenguk dari djendela kereta api dan tiba2 katjamatanja disambar orang, jang berdiri diatas perron stasion.Pak Hadji melondjak2 sambil menundjukkan telundjuknja kepada "alap2" penjambar katjamatanja itu, tanpa bisa berbuat apa2.

Tapi si-penjambar ketjamata itu tidak melarikan diri, bahkan melambaikan tangannja kepada Pak Hadji sehingga orang jang berdesak2 di perron itu tidak menjangka ia pentjopet, melainkan keluarga Hadji itu.

Demikian laporan Hadji itu kepada polisi pagi ini tentang kejadjian jang dialaminja kemarin padi, tatkala ia pergi ke Tasikmalaja.

(Sumber: Pusat Data dan Riset ANTARA //pdra.antaranews.com/Twitter: @perpusANTARA)

Aksi "alap-alap" alias pencopet di stasiun ini bener-bener red flag sekaligus bikin tepuk jidat. Bayangin aja, korban bernama Pak Haji Mn yang berusia 45 tahun lagi santai menjenguk keluar jendela pas kereta cepat baru mau jalan meninggalkan Stasiun Bandung. Eh, tiba-tiba ada orang di peron yang dengan gerakan super fast langsung menyambar kacamata yang lagi dia pakai! 

Plot twist paling gilanya ada setelah aksi penjambretan itu. Bukannya langsung lari terbirit-birit ketakutan, si pelaku malah berdiri santai di peron sambil melambaikan tangan dengan sok akrab ke arah Pak Haji yang keretanya mulai berjalan menjauh.

Pewarta: Bandung Baheula
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.