Scroll ke atas untuk melanjutkan
![]()
Doc. Houthi Conflict | REUTERS/Lisi Niesner
Ketegangan di Timur Tengah meningkat. Sejumlah maskapai internasional terpaksa membatalkan jadwal terbang.
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, mengalami gangguan parah setelah kelompok pemberontak Houthi asal Yaman melancarkan serangan. Peningkatan konflik keamanan ini langsung memicu gelombang pembatalan penerbangan oleh sejumlah maskapai internasional.
Berdasarkan laporan saksi mata dan rekaman video yang beredar melalui The Guardian (09/10/2026), kepulan asap hitam tebal dan kobaran api terlihat membubung tinggi dari area bandara. Petugas pemadam kebakaran dan ambulans langsung dikerahkan ke lokasi kejadian, sementara para penumpang diimbau untuk segera dievakuasi.
Korban Jiwa dan Siaga Kemanan
Menyusul situasi, Grup Lufthansa asal Jerman mengumumkan penundaan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober mendatang akibat situasi keamanan di Timur Tengah. Selain itu, data dari lembaga pemantau penerbangan menunjukkan bahwa separuh jadwal keberangkatan di Bandara Riyadh terpaksa dibatalkan, memicu penundaan massal yang merugikan para pelaku perjalanan (The Strait Times, 08/10/2026).
Serangan rudal dan drone yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tiga orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman di fasilitas penerbangan.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya agar mewaspadai potensi penutupan wilayah udara serta pembatalan penerbangan lanjutan. Situasi ini juga membuat sejumlah kantor dan sekolah di Riyadh menerapkan kebijakan darurat, seperti bekerja dan belajar dari rumah, di tengah memanasnya kembali konflik regional di kawasan tersebut.
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
sat
Editor
Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id
Berita Terkait