Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengembangan inovasi di bidang lingkungan dan sosial melalui penyelenggaraan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar di Bali.
"Tema ENSIA 2026 sangat relevan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang terus kami dorong di Bali. Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Bali Wayan Koster.
Menurut Koster di Bali, Jumat, inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan lingkungan perlu terus didorong, termasuk pengelolaan sampah, pengurangan emisi, efisiensi energi, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pengembangan ekonomi sirkular.
Ia mengatakan pembangunan di Bali juga diarahkan melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali yang menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
"Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Koster menilai keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga alam, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat dan memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama.
Karena itu, menurut dia, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata.
Ajang ENSIA 2026 ini diselenggarakan oleh PT SUCOFINDO (Persero) sebagai wadah untuk mendorong dunia usaha mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan.
Sementara itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna mengatakan ENSIA bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan berbagi praktik terbaik bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan.
"ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan," katanya.
Sandry mengatakan ENSIA 2026 mengusung tema Innovation for Sustainable Business and Resilient Community sebagai respons terhadap berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.