Elephants

BAKTI Komdigi dan Yayasan Cemerlang Indonesiaku perkuat kompetensi digital guru - ANTARA News Megapolitan

July 12, 2026

Jakarta (ANTARA) - Penguatan kapasitas guru menjadi faktor utama untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung berkualitas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan era digital.

Plt. Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Komdigi, Sudarmanto dalam keterangannya, Minggu menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

"BAKTI meyakini bahwa transformasi digital tidak berhenti pada penyediaan akses internet. Infrastruktur akan memberikan dampak yang optimal apabila didukung oleh SDM yang mampu memanfaatkannya secara produktif," katanya.

"Karena itu, penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan manfaat nyata pembangunan digital bagi masyarakat," ujarnya.

“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan menarik. Namun demikian, AI harus diposisikan sebagai teknologi pendukung yang memperkuat kapasitas guru, bukan menggantikan peran mereka dalam mendidik peserta didik”, ujar Sudarmanto.

Ia berharap sekolah-sekolah penerima fasilitas BAKTI Komdigi mampu membangun budaya pembelajaran digital yang berkelanjutan sehingga pemanfaatan infrastruktur akses internet melalui satelit SATRIA dapat memberikan dampak yang semakin luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Karena itu, peningkatan kompetensi digital pendidik menjadi langkah strategis agar transformasi pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia pada Penerima Fasilitas Bantuan BAKTI berupa akses internet melalui satelit SATRIA dalam Rangka Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dibawah Kementerian Komunikasi dan Digital atau disebut BAKTI Komdigi bekerja sama dengan Yayasan Cemerlang Indonesia Ku (YCIK).

Program ini berlangsung selama 23 hari, mulai 15 Juni hingga 7 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur akses internet melalui Satelit SATRIA yang telah dibangun BAKTI Komdigi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Sebanyak 49 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengelola PKBM, serta unsur pemerintah desa dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mengikuti program tersebut.

Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs, SMP, SMA, SMK hingga PKBM, sehingga mendorong kolaborasi lintas satuan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital.

Pelaksana Program dari YCIK menyampaikan bahwa peserta telah memperoleh pelatihan Teaching Mastery dan Active Learning, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pembelajaran, Video Content Creator, Analitik Data Pendidikan, Transformasi Digital dalam Pendidikan, serta Manajemen Layanan Publik.

Seluruh materi dirancang secara aplikatif melalui pelatihan, praktik, dan pendampingan agar dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

Sebagai bagian dari implementasi pembelajaran, peserta dibagi ke dalam sepuluh kelompok untuk menghasilkan video pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).

"Setiap kelompok mendapatkan pendampingan dari fasilitator sebelum mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri sebagai sarana evaluasi sekaligus berbagi praktik baik antar sekolah”, ujar Pelaksana program dari YCIK.

Program ini merupakan bagian dari komitmen BAKTI Komdigi dalam memastikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan internet di berbagai daerah diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pengguna.

Melalui penguatan kompetensi digital, investasi infrastruktur diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi percepatan transformasi digital nasional, termasuk di sektor pendidikan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cemerlang Indonesiaku, Adnan Pandu Praja, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi guru sehingga materi yang diberikan memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan pembelajaran saat ini.

"Program ini diawali dengan assessment kebutuhan peserta sehingga materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain pelatihan, peserta juga memperoleh praktik, pendampingan implementasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi secara objektif," ujarnya.

Menurut Adnan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mereka mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Yayasan Cemerlang Indonesiaku dapat terus diperluas sehingga semakin banyak guru yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi digitalnya.

Dengan demikian, sekolah-sekolah di berbagai daerah akan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital sekaligus memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi situasi pascabencana.

Selama 23 hari pelaksanaan program, peserta tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi, tetapi juga menghasilkan berbagai produk pembelajaran digital, termasuk video pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI), serta membangun jejaring kolaborasi antarsekolah.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.