Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:30 WIB
Badung, VIVA – Niat seorang warga negara asing (WNA) asal Nepal mengusir laba-laba dari kamar mandi vila di Kuta Utara, Bali, justru berujung kebakaran. Kertas yang dibakar untuk mengusir serangga diduga terbang dan menyambar atap vila.
Baca Juga
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, (5/10/26) sekitar pukul 12.30 WITA. Vila yang dihuni WNA Nepal bernama Gaorap Rana (45) itu berada di Jalan Aseman Bagus, Banjar Aseman Kangin, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pejabat Sementata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari mengatakan, kebakaran bermula saat Gaorap membakar kertas di kamar mandi bungalow bagian selatan vila.
Baca Juga
"Berdasarkan keterangan Gaorap, kejadian bermula dia membakar kertas untuk mengusir serangga laba-laba yang banyak terdapat di dalam kamar mandi," ujarnya, Selasa (6/10/26).
Setelah membakar kertas tersebut, Gaorap kemudian meninggalkan kamar mandi dan hendak menuju ruang kerjanya.
Baca Juga
Namun, kertas yang masih dalam kondisi terbakar diduga tertiup angin. Kertas itu kemudian mengenai bagian atap ruangan yang terbuat dari daun alang-alang. Api pun membesar dan merembet ke bangunan lain yang berada di area vila.
Warga yang melihat kobaran api langsung menghubungi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung. Petugas kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Personel Polsek Kuta Utara juga mendatangi lokasi untuk mengumpulkan bahan keterangan terkait penyebab kebakaran.
Yuni memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pihak kepolisian belum menjelaskan secara rinci mengenai status Gaorap di vila, kepemilikan vila, dampak kebakaran terhadap warga sekitar, maupun total kerugian.
Sementara itu, Danton Diskarmat Kabupaten Badung I Kadek Budana mengatakan tujuh armada pemadam langsung dikerahkan setelah pihaknya menerima laporan kebakaran.
"Tujuh unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi, masing-masing dua unit dari Pos Induk, dua unit dari Pos Dalung, dua unit dari Pos Mengwi dan satu unit dari Pos Kunti," kata Kadek Budana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas menghabiskan sekitar 60.000 liter air.
Pemadaman juga mendapat dukungan dari PLN, kepolisian, Linmas, relawan, dan masyarakat sekitar.
Halaman Selanjutnya
"Hasil analisis, luas area yang terbakar sekitar 13 are," ujarnya. (Ant)