Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:02 WIB
Jakarta, VIVA – Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd. (ZGH) dan NIO Holding Co., Ltd. (NIO), jenama otomotif asal China, terus memperkuat kemitraannya di segmen pengisian daya dan baterai swapping. Tak main main, Geely mengucurkan dana investasi mencapai Rp1.7 triliun atau 640 juta yuan.
Baca Juga
Niat investasi Zhejiang Geely Holding Group didorong keinginan mendapatkan rantai pasokan yang andal, efisien. “Jaringan pengisian daya adalah infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, jaringan ini perlu dibangun bersama, digunakan secara terbuka, dan terhubung antarsistem agar dapat memberikan nilai lebih besar bagi pengguna,” kata Andy An Conghui, CEO Zhejiang Geely Holding Group dalam keterangan resminya, Jumat.+
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ke depan, NIO Power akan mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung kebutuhan armada komersial dan pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.
Baca Juga
Kedua perusahaan, akan mengembangkan standar dan teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk model kendaraan penumpang.
Baca Juga
Geely Holding Group akan mengembangkan model kendaraan penumpang yang mendukung sistem battery swapping, sementara NIO Power akan menyediakan layanan tersebut bagi model-model terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan solusi energi bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus mendukung pengalaman mobilitas yang lebih efisien.
Sementara itu, Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li menjelaskan bahwa dalam satu dekade terakhir, industri kendaraan listrik pintar di Tiongkok berkembang pesat berkat kemajuan teknologi dan inovasi yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ke depan, industri tidak hanya perlu terus berinovasi, tetapi juga semakin efisien dalam mengubah inovasi menjadi nilai tambah bagi pengguna. Kerja sama ini menyatukan kekuatan yang telah dibangun oleh kedua perusahaan selama bertahun- tahun, melalui kolaborasi yang lebih erat dalam teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi,” jelas William Li.
Di bidang smart charging, NIO juga akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. (Haohan Energy), anak perusahaan ZGH. Setelah transaksi rampung, NIO akan memiliki 10 persen saham di Haohan Energy. Melalui kemitraan ini, Geely Holding Group dan NIO akan menghubungkan infrastruktur pengisian daya milik kedua perusahaan, memperluas cakupan jaringan, serta meningkatkan efisiensi operasional.
China Punya Cara Sendiri Mengontrol Informasi di Era Digital
China tak lagi hanya menghapus konten sensitif. Pengendalian informasi kini mencakup media, internet, budaya, hingga cara sebuah peristiwa dipahami publik.
VIVA.co.id
30 September 2026