Elephants

Babel gencarkan gerakan makan ikan tekan stunting di Sungai Selan - ANTARA News Bangka Belitung

October 16, 2026

Sungai Selan, Bangka Tengah (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kepulauan Babel menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah, guna menekan stunting di daerah itu.

"Angka stunting di Sungai Selan ini masih cukup tinggi, padahal daerahnya kaya akan hasil laut," kata Ketua Forikan Provinsi Kepulauan Babel, Noni Hidayat Arsani saat mensosialisasikan Gemarikan di Sungai Selan, Jumat.

Ia mengatakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) merupakan kerja sama Forikan Kepulauan Bangka Belitung dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Babel dengan mengusung tema "Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045", guna meningkatkan kreatifitas masyarakat khususnya warga pesisir dalam mengolah ikan menjadi menu baru dan inovatif untuk meningkatkan kegemaran mengonsumsi ikan.

"Hari ini kegiatan gemar makan ikan difokuskan di Sungai Selan mengingat kondisi angka stunting di kecamatan ini yang masih cukup tinggi, yakni 134 keluarga risiko stunting (KRS) dengan prevalensi sebesar 15,04 persen," katanya.

Ia mendorong kader PKK untuk memahami dengan baik, bahwa ikan adalah sumber protein, Omega-3 dan Vitamin D yang sangat dibutuhkan dalam mendorong optimalisasi tumbuh kembang anak-anak di 1.000 hari pertama kehidupan.

"Saya berharap para ibu hamil untuk meningkatkan konsumsi makanan bergizi, khususnya ikan karena hal ini harus dilakukan supaya ibu dan janinnya sehat dan ternutrisi,” katanya.

Ia meminta peran aktif dari unsur pemerintah setempat untuk mendukung ketersediaan gizi keluarga mengingat pekerjaan masyarakatnya adalah nelayan.

“Pak lurah, silakan arahkan nelayan lokal untuk menyisihkan sebagian ikan hasil tangkapan sebelum dijual ke pasar, supaya bisa dikonsumsi keluarga di rumah,” pesannya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.