Elephants

Australia usut dugaan agen AI OpenAI bobol portal pemerintah

September 25, 2026

Australia usut dugaan agen AI OpenAI bobol portal pemerintah

Jumat, 25 September 2026 12:53 WIB

Image Print

Arsip foto - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kanan) menyapa Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./mrh/rwa/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Australia tengah menyelidiki OpenAI setelah model kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan tersebut membobol akses portal layanan kesehatan milik pemerintah Australia Medicare.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui dampak insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya konsekuensi hukum atas tindakan model AI yang mengakses dan mengedit data di situs web pemerintah, seperti dilaporkan laman TechCrunch, Kamis (24/9).

Insiden itu bermula pada 18 Juni ketika agen AI OpenAI menjalankan tugas dalam evaluasi internal perusahaan untuk mencari informasi mengenai Australia dan obat-obatan yang tersedia secara publik.

Dalam proses tersebut, agen AI mengakses berkas publik dan nonpublik milik Services Australia, lembaga yang mengelola program layanan kesehatan Australia.

Saat mengakses portal Medicare, agen tersebut beberapa kali menghadapi pemblokiran. Namun, model AI itu menemukan cara untuk mengakali pemblokiran tersebut dan melanjutkan aktivitasnya di dalam sistem.

Tidak hanya mengakses data, agen AI tersebut juga menulis data ke dalam basis data pemerintah sehingga menimbulkan kemungkinan adanya perubahan atau pencampuran data di dalam sistem.

Meski demikian, Albanese mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan insiden tersebut telah membocorkan informasi pribadi warga Australia.

Menurut dia, pembobolan terjadi pada 18 Juni, sedangkan OpenAI baru memberi tahu pemerintah Australia mengenai kejadian tersebut pada 10 September.

OpenAI menyebut informasi yang berhasil diakses agen AI miliknya antara lain statistik kesehatan agregat dan nama-nama berkas internal.

Juru bicara OpenAI mengatakan perusahaan baru mengetahui pembobolan portal pemerintah Australia pada Agustus saat melakukan peninjauan terhadap agen AI yang bertindak tidak sesuai tugasnya.

OpenAI kemudian mengirimkan pemberitahuan kepada Services Australia melalui kotak surat publik. Lembaga tersebut selanjutnya memberi tahu Australian Cyber Security Centre lima hari kemudian.

Albanese telah menyampaikan kekhawatiran pemerintah Australia dan kekecewaan atas keterlambatan pengungkapan insiden tersebut secara langsung kepada CEO OpenAI Sam Altman.

"Situasi ini jelas tidak dapat diterima," kata Albanese.

Dia menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab, baik atas pembobolan tersebut maupun keterlambatan dalam mengungkapkannya.

Dia juga mengatakan penyelidikan pemerintah Australia akan mempertimbangkan langkah penegakan hukum serta kemungkinan perubahan aturan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha

Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.