Bagikan:
JAKARTA - Penumpang Jetstar harus bersiap dengan biaya tambahan baru. Mulai Februari 2027, menaruh tas jinjing di kompartemen atas kabin maskapai murah asal Australia itu tidak lagi otomatis gratis.
Kyodo News dikutip Kamis, 6 Agustus, melaporkan, kebijakan tersebut diambil setelah penumpang dan staf maskapai menyebut dua hal paling membuat stres di bandara, yakni tas yang ditimbang di gerbang keberangkatan dan sulitnya mencari ruang di kompartemen atas kabin.
Jetstar menjadi maskapai berbiaya rendah terbaru yang menerapkan biaya untuk tas jinjing di kabin. Praktik serupa sudah umum di sejumlah maskapai murah di Amerika Serikat dan Eropa.
Penumpang masih bisa membawa tas tangan, tas laptop, atau ransel kecil tanpa biaya tambahan. Syaratnya, tas itu sesuai ukuran yang ditentukan dan bisa diletakkan di bawah kursi depan.
Namun, penumpang yang ingin memakai kompartemen atas kabin harus membayar. Biayanya mulai 25 dolar Australia atau sekitar 18 dolar AS untuk sekali jalan. Besar tarif bergantung pada rute penerbangan.
BACA JUGA:
Tas yang disimpan di kompartemen atas kabin bisa memiliki berat hingga 10 kilogram. Jetstar menyebut tas tersebut tidak lagi ditimbang oleh staf maskapai saat penumpang mengantre naik pesawat.
Aturan lama soal batas berat 7 kilogram juga akan dihapus untuk tas kecil yang diletakkan di bawah kursi penumpang.
Kyodo News mencatat, maskapai di Australia dan Selandia Baru sebelumnya sudah mengenakan biaya tambahan untuk bagasi tercatat, pemilihan kursi, makanan, serta beberapa pilihan hiburan dalam penerbangan.
Namun, analis industri penerbangan Sharon Petersen mengatakan Jetstar menjadi maskapai pertama yang mengenakan biaya khusus untuk penggunaan kompartemen atas kabin.
“Kebijakan ini akan memicu reaksi karena pelancong Australia punya ekspektasi yang sangat tinggi,” kata Petersen, CEO AirlineRatings.com.
Menurut Petersen, penumpang Australia sudah lama terbiasa dengan layanan penuh dari maskapai.
“Dalam waktu yang sangat lama mereka hidup dalam gelembung yang hanya berisi pilihan layanan penuh,” ujar Petersen.
Jetstar menyebut aturan baru itu akan mengurangi antrean dan kebingungan di gerbang keberangkatan. Maskapai juga menilai ruang kompartemen atas kabin bisa dipakai lebih efisien dan proses naik pesawat menjadi lebih lancar.
“Dengan memberikan pelanggan satu tas di bawah kursi dan opsi menambahkan Priority Carry-on, kami dapat memanfaatkan ruang kompartemen atas dengan lebih baik, memperlancar proses naik pesawat, dan membantu lebih banyak penerbangan berangkat tepat waktu,” kata CEO Jetstar Stephanie Tully.
Priority Carry-on adalah layanan tambahan untuk membawa tas ke kabin dan memakai kompartemen atas.
Tully mengatakan kebijakan ini membuat pelanggan hanya membayar layanan yang mereka butuhkan.
Namun, Petersen menilai posisi Jetstar berbeda dari maskapai murah Eropa yang sudah menerapkan aturan serupa. Harga dasar tiket Jetstar, kata Petersen, umumnya masih lebih tinggi dibandingkan Ryanair atau Wizz Air.
“Harga awal Jetstar umumnya jauh di atas apa yang dapat ditawarkan Ryanair atau Wizz Air. Sebagian besar karena Australia tidak memiliki tingkat persaingan seperti itu, serta karena upah, pajak, dan biaya operasional jauh lebih tinggi di sini,” kata Petersen.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+