Astrid Widayani wakili Surakarta terima penghargaan Top 10 Kabupaten/Kota Apresiasi IDSD 2026
Rabu, 19 Agustus 2026 17:53 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mewakili Pemerintah Kota Surakarta menerima penghargaan Top 10 Kabupaten/Kota Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mewakili Pemerintah Kota Surakarta menerima penghargaan Top 10 Kabupaten/Kota Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap capaian daya saing daerah. Berdasarkan daftar penerima penghargaan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, Kota Surakarta tercatat sebagai salah satu dari 10 kabupaten/kota penerima apresiasi IDSD 2026, dengan simbol penghargaan berupa sertifikat dan piala.
Selain penghargaan untuk Pemerintah Kota Surakarta, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, juga menerima penghargaan dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori kelurahan, dengan simbol berupa piagam penghargaan, piala, dan uang pembinaan.
Banjarsari sebelumnya menjadi Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Kota Surakarta 2026 dengan nilai 16.182 poin, sehingga berhak mewakili Kota Surakarta dalam kompetisi tingkat provinsi.
Di tingkat Jawa Tengah, Banjarsari juga berhasil masuk tiga besar bersama Kelurahan Gombong, Kabupaten Kebumen, dan Kelurahan Gisikdrono, Kota Semarang.
Sejumlah keunggulan Banjarsari yang menjadi perhatian antara lain kolam retensi, Posyandu Plus dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), program Aku Hatinya PKK, Koperasi Kelurahan Merah Putih, serta Kampung Jawani yang telah meraih predikat Proklim Utama tingkat nasional.
Astrid menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Surakarta, perangkat Kelurahan Banjarsari, serta masyarakat yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut.
“Selamat untuk Kota Surakarta dan Kelurahan Banjarsari. Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga bukti bahwa kerja bersama, inovasi, dan partisipasi masyarakat mampu menghasilkan capaian yang diakui di tingkat Jawa Tengah. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan dan pembangunan yang semakin baik bagi masyarakat,” ujar Astrid.
Menurut Astrid, capaian tersebut sejalan dengan semangat pembangunan yang menempatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sebagai kekuatan utama. Hal ini juga selaras dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah Gumregut Nyawiji yang mengandung semangat bergerak dan bersatu dalam membangun Jawa Tengah.
Dalam upacara tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan capaian pembangunan selama 545 hari kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen bukan semata hasil kerja pemerintah. Ia memberikan apresiasi kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas yang turut menjadi bagian dari pembangunan Jawa Tengah.
Luthfi menyebut sejumlah capaian pembangunan, antara lain produksi padi Jawa Tengah yang mencapai sekitar 9,39 juta ton pada 2025, tingkat Pengangguran Terbuka yang turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, investasi hingga semester I 2026 sebesar Rp59,94 triliun, pertumbuhan ekonomi 5,80 persen, serta persentase penduduk miskin yang turun menjadi 9,21 persen.
“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Astrid menilai pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penghargaan dan capaian daerah pada akhirnya merupakan hasil kerja kolektif. Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus diperkuat, baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota maupun bersama masyarakat.
“Semangat gumregut nyawiji ini harus kita bawa bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ketika seluruh elemen masyarakat bergerak dan bersatu, pembangunan akan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.