Elephants

Astrid Widayani ajak Gen Z manfaatkan teknologi digital untuk solusi masyarakat

August 24, 2026

Astrid Widayani ajak Gen Z manfaatkan teknologi digital untuk solusi masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 18:20 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memberikan paparan edukasi di hadapan para mahasiswa baru Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta, Jawa Tengah, Senin (24/8/1026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani meminta Generasi Z (Gen Z) untuk lebih berani menentukan arah masa depan serta mengoptimalkan potensi teknologi digital dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Astrid saat memberikan paparan edukasi di hadapan para mahasiswa baru Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta, Jawa Tengah, Senin.

Menurutnya, tantangan awal mahasiswa kerap dipicu ketidaksesuaian bidang studi dengan minat akibat pengaruh tren, namun status sebagai digital natives harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Generasi Z ini harus lebih berani menentukan arah ke depan. Kalian memiliki banyak potensi yang tidak dimiliki generasi sebelumnya, salah satunya sebagai digital natives yang lahir dan berkembang di lingkungan serba digital,” ujar Astrid.

Ia menyoroti pentingnya integrasi penguasaan teknologi di seluruh disiplin ilmu, mulai dari Teknik Industri, Hukum, hingga Ekonomi. Mahasiswa diharapkan aktif menciptakan inovasi layanan publik, seperti digitalisasi Posyandu Plus, program kesehatan mental, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di tingkat kelurahan untuk memetakan aduan warga.

Dalam kesempatan itu, dipaparkan empat karakter utama yang perlu ditumbuhkan Gen Z, yakni kemampuan sebagai digital natives, pembelajar mandiri (self-learner), kreativitas tinggi, dan kepedulian sosial yang kuat.

Melalui penguatan karakter dan daya nalar akademis tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar-mengajar rutin, melainkan wadah pencetakan generasi muda yang adaptif, berilmu, dan berdampak sosial nyata.

Sementara itu, Rektor UDB Surakarta Assoc. Prof. Dr. Singgih Purnomo menyampaikan UDB menargetkan penerimaan 1.600 mahasiswa baru pada tahun ini, dengan capaian saat ini telah menembus sekitar 1.300 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

Singgih menekankan pentingnya penerapan pola pembelajaran dewasa (andragogi) serta keseimbangan antara hard skill dan soft skill, seperti etika dan komunikasi bahasa asing.

Sebagai kampus berpredikat Terakreditasi Unggul, UDB juga terus memperluas jangkauan internasional. Saat ini, terdapat hampir 100 mahasiswa semester akhir yang mengikuti program magang di Jepang dan Taiwan. Selain itu, UDB dipercaya oleh Kementerian Pekerja Migran Indonesia sebagai Pusat Pekerja Migran untuk menyiapkan 500 hingga 1.000 tenaga kerja terampil ke Malaysia, Jepang, dan Taiwan.

“Untuk mendukung program pelatihan tersebut, kami tengah membangun gedung baru Pusat Pekerja Migran Indonesia serta melakukan pengembangan lahan kampus di wilayah Gondangrejo,” kata Singgih.

Daya tarik internasional UDB juga ditunjukkan dengan kehadiran 135 mahasiswa asing asal Timor Leste, Jepang, Madagaskar, Sudan, Afghanistan, dan Yaman, di mana 27 orang di antaranya merupakan mahasiswa baru angkatan tahun ini.

Untuk memperkuat daya saing akademis, dikatakannya, kampus yang telah memiliki delapan program studi berakreditasi unggul ini juga tengah menyiapkan pembukaan prodi baru, meliputi Profesi Apoteker, Magister Kesehatan, serta finalisasi pembukaan Fakultas Kedokteran.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.