Aperture variabel iPhone 18 Pro bawa teknologi canggih, tapi sulit diperbaiki
Rabu, 23 September 2026 13:07 WIB
Ilustrasi penggunaan kamera iPhone 18 Pro.Dalam foto ini fotografer Jack Davison berkreasi menggunakan iPhone 18 Pro. (ANTARA/Apple Newsroom)
Jakarta (ANTARA) - Salah satu fitur yang menyita perhatian di iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max adalah hadirnya kamera aperture variabel yang apabila mengalami kerusakan bakal sulit diperbaiki.
Kesimpulan itu didapat setelah komunitas penyedia layanan perbaikan gawai, iFixit, membongkar ponsel itu dan menyatakan bahwa memperbaiki mekanisme kamera aperture variabel di iPhone baru adalah sesuatu yang "hampir mustahil".
Mengutip laporan Engadget yang tayang pada Senin (21/9) waktu setempat, tim iFixit tidak hanya membongkar iPhone 18 Pro tapi juga iPhone 18 Pro Max untuk melihat lebih dekat lensa baru dan enam bilah yang saling tumpang tindih.
Ternyata bilah di lensa itu memiliki ketipisan yang ekstra setidaknya setebal sehelai rambut manusia.
iFixit menilai komponen itu sebagai "prestasi teknik presisi" tetapi mencatat bahwa untuk memastikan ponsel itu tahan lama maka penggunaannya harus memastikan tidak ada ruang untuk kesalahan.
Jika terjadi masalah, maka pemiliknya mungkin membutuhkan mekanisme baru secara keseluruhan daripada bisa memperbaikinya sendiri.
"Sangat sedikit penggemar perbaikan di planet ini yang memiliki alat, teknik, atau pengetahuan untuk membongkar mekanisme bukaan variabel ini sedemikian rupa sehingga dapat dipasang kembali," kata iFixit. Mereka lebih lanjut meneruskan, "Toleransinya ketat, lemnya lengket."
Meskipun kamera iPhone selalu sulit diperbaiki sendiri, mekanisme bukaan variabel menawarkan lebih banyak peluang terjadinya kerusakan dan bisa lebih mahal untuk diganti daripada kamera iPhone biasa.
iFixit bahkan menyarankan bahwa pengguna harus mengganti modul jika ada sesuatu yang rusak di dalam kamera bukaan variabel.
Fitur aperture variabel, sebenarnya bukanlah teknologi baru dalam industri ponsel pintar.
Perusahaan seperti Samsung sudah menginisiasi penambahan mekanisme aperture variabel ke ponsel pintar rilisannya bahkan sejak hampir satu dekade lalu lewat Galaxy S9 yang debut pada 2018.
Meski begitu perusahaan asal Korea Selatan itu memutuskan untuk menghilangkan komponen tersebut karena manfaat kualitas gambar yang didapat tidak sepadan.
Penerjemah: Livia Kristianti
Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.