Bengkulu (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) serta penerapan nilai BerAKHLAK sebagai landasan dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya sedikit menekankan kepada seluruh pegawai ASN di lingkungan Pemprov Bengkulu untuk menjunjung tinggi kedisiplinan. Jadikan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam bekerja," kata Herwan Antoni di Bengkulu, Rabu.
Hal tersebut disampaikan Herwan di sela apel keliling yang digelar di jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bengkulu, kali ini di Dinas Sosial Provinsi Bengkulu.
Menurut dia, apel keliling tersebut dilakukan secara rutin sejak dirinya menjabat sebagai sekretaris daerah. Kegiatan itu menjadi sarana untuk bersilaturahmi sekaligus memantau kinerja dan kedisiplinan pegawai serta kondisi infrastruktur kantor.
"Kegiatan apel keliling ini sudah rutin saya lakukan sejak menjabat sebagai sekda. Ini menjadi wadah untuk bersilaturahmi, memantau kinerja dan kedisiplinan pegawai, sekaligus melihat kondisi infrastruktur yang ada di kantor," kata dia.
Tidak Sekadar Datang
Herwan sebelumnya juga mengingatkan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar tidak sekadar hadir di kantor untuk melakukan absensi, kemudian menghabiskan waktu kerja dengan bersantai atau bermain media sosial.
Ia menegaskan ASN harus menunjukkan kedisiplinan dan etos kerja dalam menjalankan tugas, terlebih setiap aparatur memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dia, kedisiplinan harus menjadi fondasi utama bagi setiap ASN dalam melaksanakan tugas. Setelah kedisiplinan tertanam, setiap pegawai juga harus menjalankan pekerjaan dengan menjadikan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai landasan dalam bekerja dan memberikan pelayanan.
"Nilai-nilai BerAKHLAK harus diwujudkan melalui perilaku kerja dan pelayanan yang nyata, bukan hanya menjadi slogan bagi aparatur," katanya.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.