CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 16:40 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan orang tua sejak awal kehidupan si kecil.
Namun, banyak orang tua mulai bertanya-tanya, apakah bayi boleh minum susu UHT? Simak penjelasannya di sini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susu UHT dikenal praktis, mudah ditemukan, dan memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Namun, bukan berarti minuman ini bisa diberikan kepada bayi sejak dini.
Agar tidak keliru, orang tua perlu memahami usia yang tepat serta aturan pemberian susu UHT berdasarkan rekomendasi para ahli. Dengan begitu, orang tua dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Apakah bayi boleh minum susu UHT?
Dikutip dalam buku Antiribet MPASI (2023) karya Dr. Asti Praborini, Sp.A., IBCLC dan Dr. Dyah Febriyanti, IBCLC, dijelaskan bahwa bayi dapat mulai mengonsumsi susu sapi yang telah dipasteurisasi maupun susu UHT (Ultra High Temperature) setelah berusia 1 tahun.
Namun, susu UHT bukanlah minuman yang wajib diberikan setiap hari. Bayi tetap dianjurkan menyusu sesuai kebutuhannya, sementara kebutuhan gizi utama dipenuhi melalui makanan keluarga yang seimbang.
Pilihan Redaksi
- 7 Makanan yang Membantu Memperlancar ASI, Apa Saja?
- 6 Mitos agar Anak Cepat Bicara dari Berbagai Negara
- Ternyata Ini Daftar Penyakit yang Paling Banyak Diderita Warga RI
Selain itu, konsumsi susu sapi dibatasi sekitar 2 cangkir atau 400 ml per hari. Bahkan, tidak masalah apabila anak tidak mengonsumsi susu sapi selama kebutuhan gizinya terpenuhi dari makanan dan ASI.
Jadi, apakah bayi boleh minum susu UHT? Jawabannya adalah boleh diberikan pada balita usia 1 tahun dan tidak dijadikan sebagai minuman wajib.
Mengapa bayi di bawah satu tahun tidak boleh minum susu UHT?
Menurut Health Hub, bayi yang belum genap berusia satu tahun belum memiliki sistem pencernaan dan ginjal yang cukup matang untuk mengolah susu sapi, termasuk susu UHT.
Beberapa alasan mengapa susu UHT tidak dianjurkan sebelum usia satu tahun antara lain:
1. Kandungan protein dan mineralnya lebih tinggi sehingga membebani kerja ginjal bayi.
2. Bayi lebih berisiko mengalami dehidrasi karena ginjal belum mampu memproses zat gizi tersebut secara optimal.
3. Kandungan zat besi dan vitamin C pada susu sapi lebih rendah dibandingkan ASI.
4. Konsumsi terlalu dini dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan belajar, dan perkembangan anak.
Karena itu, selama tahun pertama kehidupan, ASI atau susu formula tetap menjadi pilihan terbaik sesuai kebutuhan bayi.
Cara mengenalkan susu UHT pada bayi
Ilustrasi. Tak sedikit orang tua yang belum tahu apakah bayi boleh minum susu UHTÂ atau tidak. (CNN Indonesia/Muhammad Falah Nafis)
Health Hub menyarankan bahwa peralihan ke susu sapi dilakukan secara bertahap agar anak lebih mudah menerima rasanya sekaligus memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk beradaptasi.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Campurkan sedikit susu UHT dengan ASI atau susu formula, lalu tingkatkan porsinya secara bertahap.
2. Gunakan susu sebagai bahan tambahan pada makanan, misalnya untuk membuat oatmeal, bubur, atau smoothie.
3. Berikan dalam suasana yang menyenangkan tanpa memaksa anak menghabiskannya.
Jika anak belum menyukai susu UHT, orang tua tidak perlu khawatir. Kebutuhan kalsium juga dapat dipenuhi dari yoghurt tanpa pemanis, keju, serta makanan tinggi kalsium lainnya.
Nah, itulah jawaban dari pertanyaan apakah bayi boleh minum susu UHT yang perlu diketahui oleh orang tua. Semoga bermanfaat!
(gas/asr)