Leverage merupakan fitur dalam trading yang memungkinkan trader membuka posisi dengan nilai lebih besar daripada modal yang tersedia. Namun, penggunaan leverage juga meningkatkan risiko karena pergerakan harga dapat memperbesar keuntungan sekaligus kerugian.
Apa itu leverage?
Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader mengendalikan posisi dengan nilai lebih besar menggunakan sejumlah modal atau margin tertentu. Dengan leverage, trader tidak perlu menyediakan seluruh nilai posisi dari dana sendiri. Sebaliknya, trader menggunakan margin sebagai dana jaminan untuk membuka posisi yang lebih besar.
Pintu Futures Lite merupakan fitur trading derivatif crypto dengan tampilan sederhana dan alur transaksi yang lebih praktis. Melalui fitur tersebut, trading futures dan leverage bisa dilakukan dengan modal kecil mulai dari US$1, tergantung jenis kontrak dan besar leverage.
Meskipun demikian, modal kecil tidak berarti risiko juga kecil. Ketika trader menggunakan leverage, perubahan harga aset dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap modal yang digunakan sebagai margin. Karena itu, trader perlu memahami hubungan antara nilai posisi, margin, rasio leverage, dan potensi likuidasi sebelum melakukan transaksi.
Bagi trader yang baru mengenal mekanisme ini, memahami cara menghitung leverage trading dapat membantu memperkirakan nilai posisi berdasarkan margin yang tersedia. Selain itu, pemahaman tersebut membuat trader dapat menentukan ukuran posisi secara lebih terukur.
Trader juga perlu memahami konsep leverage untuk modal kecil agar tidak menganggap leverage sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan besar dengan risiko yang kecil. Pada kenyataannya, leverage memperbesar eksposur terhadap pergerakan harga sehingga trader harus mengelola risiko dengan lebih disiplin.
Bagaimana cara kerja leverage?
Leverage bekerja dengan menggunakan margin sebagai dasar untuk membuka posisi yang lebih besar. Rasio leverage menunjukkan berapa kali lipat nilai posisi dibandingkan margin yang digunakan.
Misalnya, trader memiliki margin US$20 dan menggunakan leverage 5x. Secara sederhana, trader dapat membuka posisi senilai US$100. Jika trader menggunakan leverage 10x dengan margin yang sama, nilai posisi dapat mencapai sekitar US$200.
Namun, nilai posisi yang lebih besar juga membuat dampak perubahan harga menjadi lebih signifikan. Jika posisi senilai US$100 mengalami kenaikan harga sebesar 5%, perubahan nilainya sekitar US$5 sebelum memperhitungkan biaya transaksi.
Sebaliknya, jika harga turun 5%, posisi tersebut mengalami perubahan negatif sekitar US$5. Karena itu, leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.
Trader tidak boleh hanya memperhatikan keuntungan yang mungkin diperoleh, tetapi juga harus menghitung berapa besar kerugian yang sanggup ditanggung.
Selain itu, setiap platform dapat menerapkan aturan margin dan likuidasi yang berbeda. Oleh sebab itu, trader perlu membaca ketentuan kontrak sebelum membuka posisi. Dengan memahami ketentuan tersebut, trader dapat mengetahui kapan posisi berpotensi mengalami likuidasi.
Mengenal margin dalam leverage
Margin merupakan dana yang digunakan sebagai jaminan untuk membuka posisi leveraged. Trader perlu menyediakan margin sesuai persyaratan yang ditentukan oleh platform dan jenis kontrak.
Secara umum, semakin besar leverage yang digunakan, semakin kecil margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi dengan nilai tertentu. Namun, kondisi tersebut juga membuat ruang toleransi terhadap pergerakan harga menjadi lebih sempit.
Sebagai contoh, trader ingin membuka posisi senilai US$100. Dengan leverage 5x, trader membutuhkan margin sekitar US$20. Sementara itu, dengan leverage 10x, kebutuhan margin secara sederhana menjadi sekitar US$10.
Meskipun kebutuhan margin lebih kecil, bukan berarti leverage 10x lebih menguntungkan daripada leverage 5x. Sebaliknya, leverage yang lebih tinggi dapat meningkatkan sensitivitas posisi terhadap perubahan harga.
Apa itu likuidasi?
Likuidasi merupakan kondisi ketika platform menutup posisi trader secara paksa karena margin yang tersedia tidak lagi memenuhi persyaratan untuk mempertahankan posisi tersebut. Kondisi ini umumnya terjadi ketika harga bergerak cukup jauh berlawanan dengan posisi trader.
Sebagai ilustrasi, seorang trader membuka posisi long dengan harapan harga aset naik. Namun, harga justru turun secara signifikan. Jika kerugian terus mengurangi margin hingga mencapai batas tertentu, platform dapat melakukan likuidasi.
Risiko tersebut menjadi semakin penting ketika trader menggunakan leverage tinggi. Sebab, leverage meningkatkan nilai posisi dibandingkan margin yang digunakan. Dengan demikian, perubahan harga yang relatif kecil dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap margin.
Oleh sebab itu, trader perlu memperhatikan estimasi harga likuidasi sebelum membuka posisi. Selain itu, penggunaan stop loss dapat membantu trader membatasi kerugian sesuai tingkat risiko yang telah ditentukan, meskipun eksekusi tidak selalu berlangsung tepat pada harga yang diharapkan dalam kondisi pasar tertentu.
Contoh penggunaan leverage
Misalnya, seorang trader memiliki modal US$50 dan ingin melakukan trading futures. Trader tersebut kemudian menyediakan US$20 sebagai margin dan memilih leverage 5x. Berdasarkan perhitungan sederhana, trader dapat membuka posisi senilai US$100.
Jika harga aset bergerak naik 4% sesuai arah posisi, nilai posisi mengalami kenaikan sekitar US$4 sebelum memperhitungkan biaya. Namun, jika harga bergerak turun 4%, trader juga mengalami perubahan negatif sekitar US$4.
Selanjutnya, trader lain memiliki margin US$10 dan menggunakan leverage 10x untuk membuka posisi senilai US$100. Apabila aset bergerak 4% sesuai arah posisi, perubahan nilai posisi sekitar US$4. Namun, apabila aset bergerak 4% berlawanan arah, perubahan negatif sekitar US$4 juga terjadi.
Kelebihan dan kekurangan leverage
Leverage memiliki beberapa manfaat bagi trader. Pertama, leverage memungkinkan trader mengakses posisi dengan nilai lebih besar menggunakan modal yang relatif kecil. Kemudian, trader dapat memanfaatkan pergerakan harga tanpa harus menyediakan seluruh nilai posisi dari modal sendiri.
Namun, leverage juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi, kerugian dapat meningkat lebih cepat. Selain itu, penggunaan leverage yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko likuidasi.
Pada akhirnya, leverage memungkinkan trader membuka posisi dengan nilai lebih besar daripada modal atau margin yang tersedia. Karena itu, fitur ini dapat memberikan fleksibilitas bagi trader, termasuk pengguna yang ingin memulai trading dengan modal relatif kecil.
Namun, leverage juga memperbesar dampak pergerakan harga terhadap margin sehingga trader harus menggunakannya secara hati-hati. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.