Elephants

Apa Itu El Nino? Ini Penjelasan Sederhana dan Dampaknya bagi Cuaca

July 27, 2026

AKURAT.CO El Nino adalah fenomena alam yang dapat memengaruhi cuaca di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Saat El Nino terjadi, musim kemarau biasanya menjadi lebih panjang, suhu udara terasa lebih panas, dan curah hujan berkurang.

Baca Juga: El Nino Raksasa Diprediksi Pecahkan Rekor, Ilmuwan Waspadai Lonjakan Suhu Global pada 2027

Fenomena ini sering dikaitkan dengan kekeringan, kebakaran hutan, hingga gangguan pada sektor pertanian. Karena itu, memahami El Nino penting agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.

Apa Itu El Nino?

El Nino adalah kondisi ketika suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya.

Perubahan suhu laut tersebut memengaruhi arah angin dan pembentukan awan, sehingga pola hujan di berbagai wilayah ikut berubah.

Akibatnya, ada daerah yang mengalami kekeringan, sementara wilayah lain justru mendapat hujan lebih banyak.

Nama El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "Anak Laki-Laki". Istilah ini pertama kali digunakan oleh para nelayan di Peru untuk menyebut arus laut hangat yang muncul menjelang Natal.

Bagaimana El Nino Terjadi?

Dalam kondisi normal, angin membawa air laut hangat ke wilayah Indonesia dan Australia sehingga kedua kawasan ini sering diguyur hujan.

Namun saat El Nino terjadi, angin melemah sehingga air laut hangat bergeser ke arah Samudra Pasifik bagian timur, dekat Amerika Selatan. Pergeseran ini membuat awan hujan ikut berpindah.

Akibatnya, Indonesia mengalami penurunan curah hujan, sedangkan beberapa wilayah di Amerika justru mendapat hujan lebih lebat.

Dampak El Nino

1. Musim Kemarau Lebih Panjang

Salah satu dampak yang paling terasa di Indonesia adalah musim kemarau yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini membuat pasokan air berkurang di sejumlah daerah.

2. Risiko Kebakaran Hutan Meningkat

Lahan yang kering lebih mudah terbakar. Oleh karena itu, El Nino sering dikaitkan dengan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.