Elephants

Apa Itu dirty latte? Kopi susu dingin dengan espresso di atas

August 13, 2026

Jakarta (ANTARA) - Bagi pencinta kopi, tren minuman baru selalu menarik untuk diikuti. Setelah berbagai kreasi kopi susu dan cold brew, kini ada sajian yang menarik perhatian karena tampilannya yang unik, yakni dirty latte atau yang juga dikenal sebagai dirty coffee.

Minuman ini cukup mudah dikenali dari tampilannya. Espresso berwarna gelap dituangkan perlahan di atas susu dingin berwarna putih, sehingga menciptakan lapisan yang terlihat seperti "mengotori" permukaan susu.

Meski tampilannya terlihat sederhana, dirty latte menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda dari kopi susu dingin pada umumnya. Perpaduan espresso panas dengan susu yang sangat dingin menciptakan kontras suhu, rasa, dan tekstur dalam satu gelas.

Apa itu dirty latte?

Secara sederhana, dirty latte adalah minuman yang dibuat dari susu dingin tanpa es kemudian diberi satu atau lebih shot espresso panas di bagian atasnya.

Berbeda dari es kopi susu yang biasanya menggunakan es batu, dirty latte tidak menggunakan es. Susu yang digunakan justru dibuat sangat dingin sehingga dapat memberikan sensasi segar sekaligus membantu mempertahankan lapisan espresso di permukaan.

Baca juga: Konsumsi kopi dapat bantu jaga kesehatan jantung

Espresso kemudian dituangkan secara perlahan agar tidak langsung bercampur dengan susu. Hasilnya adalah dua lapisan dengan warna kontras, yakni susu putih di bagian bawah dan espresso gelap di bagian atas.

Seiring diminum, kedua lapisan tersebut perlahan bercampur. Inilah salah satu bagian menarik dari dirty latte, karena rasa dan teksturnya dapat berubah selama minuman dinikmati.

Mengapa disebut "dirty"?

Nama dirty sebenarnya merujuk pada tampilan minuman tersebut.

Ketika espresso dituangkan ke atas susu putih, cairan kopi berwarna gelap akan menyebar dan membuat permukaan susu terlihat seperti "kotor" atau terkena noda kopi.

Istilah tersebut bukan berarti minuman ini dibuat dengan cara yang kotor. Sebaliknya, tampilan "berantakan" justru menjadi daya tarik utama dirty latte.

Lapisan espresso yang perlahan menyebar di atas susu juga membuat minuman ini terlihat menarik ketika disajikan dalam gelas transparan.

Baca juga: Minum kopi sebelum atau sesudah makan? Ini waktu terbaik

Berawal dari Tokyo

Dirty Coffee disebut memiliki akar dari Tokyo, Jepang, salah satunya dikaitkan dengan Bear Pond Espresso yang dikelola oleh barista Katsuyuki Tanaka.

Konsep minuman tersebut muncul dari gagasan menyajikan espresso panas di atas susu dingin tanpa es. Perbedaan suhu antara kedua bahan menciptakan tampilan dan sensasi yang khas.

Dari Jepang, konsep dirty coffee kemudian semakin dikenal di sejumlah negara Asia, termasuk Korea Selatan, Taiwan, dan China. Popularitasnya juga berkembang melalui media sosial karena tampilannya yang menarik untuk difoto dan direkam.

Dalam perkembangannya, minuman ini kemudian mulai muncul di berbagai kedai kopi di luar Asia, termasuk di sejumlah kota yang dikenal memiliki budaya kopi yang kuat.

Apa yang membedakan dirty latte dengan es kopi susu?

Sekilas, dirty latte memang terlihat tidak jauh berbeda dengan es kopi susu. Namun, terdapat beberapa perbedaan dalam cara penyajian dan pengalaman menikmatinya.

Es kopi susu umumnya menggunakan susu, espresso, pemanis, dan es batu. Semua bahan biasanya dapat dicampur sehingga rasa menjadi lebih merata.

Sementara itu, dirty latte justru mempertahankan lapisan antara susu dan espresso. Minuman disajikan tanpa es batu dan tidak langsung diaduk.

Perbedaan lainnya terletak pada suhu. Espresso yang baru diseduh masih panas, sedangkan susu berada dalam kondisi sangat dingin.

Kontras tersebut membuat setiap tegukan terasa berbeda. Pada awalnya, rasa espresso yang kuat dapat terasa lebih dominan, kemudian disusul kelembutan dan sensasi dingin dari susu.

Baca juga: Kopi Arabika vs Robusta: Ini perbedaan rasa, kafein, dan bijinya

Bagaimana rasanya?

Dari sisi rasa, dirty latte sebenarnya masih memiliki karakter yang mirip dengan latte dingin. Perbedaannya lebih terasa pada cara penyajian dan kontras suhu.

Espresso memberikan rasa kopi yang kuat, pahit, dan intens. Sementara itu, susu memberikan rasa creamy yang lebih lembut sehingga dapat membantu menyeimbangkan karakter espresso.

Karena tidak menggunakan es batu, rasa kopi juga tidak mudah menjadi encer ketika es mencair.

Bagi orang yang menyukai rasa kopi yang cukup kuat tetapi tetap ingin mendapatkan tekstur creamy dari susu, dirty latte bisa menjadi pilihan menarik.

Namun, kekuatan rasanya tetap bergantung pada jenis biji kopi, jumlah espresso, jenis susu, serta teknik penyeduhan yang digunakan.

Mengapa tidak menggunakan es?

Tidak menggunakan es merupakan salah satu karakter penting dirty latte.

Pada es kopi biasa, es akan mencair secara perlahan dan dapat membuat rasa minuman semakin encer. Dalam dirty latte, susu dibuat sangat dingin sejak awal sehingga minuman tetap terasa segar tanpa membutuhkan tambahan es batu.

Susu yang dingin juga membantu menciptakan kontras dengan espresso panas.

Perbedaan suhu tersebut bukan sekadar untuk membuat minuman terlihat menarik. Sensasi panas dan dingin yang bertemu dalam satu tegukan menjadi bagian dari pengalaman menikmati dirty latte.

Baca juga: Cara membuat Mont Blanc coffee di rumah, lengkap dengan resep

Teknik menuang menjadi kunci

Tampilan berlapis pada dirty latte tidak muncul begitu saja. Cara menuangkan espresso menjadi salah satu bagian penting dalam penyajiannya.

Espresso biasanya dituangkan secara perlahan di atas susu yang sangat dingin. Barista dapat mengatur aliran espresso agar tidak langsung bercampur dengan susu.

Beberapa teknik menggunakan sisi gelas atau punggung sendok sebagai media untuk memperlambat aliran espresso.

Kekentalan espresso juga berpengaruh. Beberapa kedai menggunakan ristretto, yaitu ekstraksi espresso dengan volume lebih pendek, untuk mendapatkan karakter yang lebih pekat.

Namun, tidak ada satu resep yang berlaku untuk semua dirty latte. Setiap kedai dapat memiliki komposisi dan teknik penyajian yang berbeda.

Mengapa dirty latte populer?

Salah satu alasan dirty latte menarik perhatian adalah tampilannya yang berbeda.

Kontras warna hitam espresso dan putih susu membuat minuman ini terlihat estetik, terutama ketika disajikan dalam gelas transparan. Lapisan espresso yang perlahan menyebar juga memberikan efek visual yang menarik ketika minuman mulai diminum.

Di era media sosial, tampilan tersebut tentu menjadi nilai tambah. Minuman yang terlihat unik lebih mudah menarik perhatian dan mendorong orang untuk ikut mencoba.

Namun, popularitas dirty latte tidak hanya bergantung pada penampilannya. Perpaduan kopi yang kuat, susu creamy, serta perbedaan suhu memberikan pengalaman yang cukup berbeda dibandingkan kopi susu dingin biasa.

Baca juga: Minum kopi setiap hari apakah aman? Ini batas kafein yang disarankan

Baca juga: Mont Blanc coffee: Apa itu, rasa, dan cara menikmatinya?

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.