Elephants

Antrean Haji Capai 5,6 Juta Orang, Asuransi Syariah Bidik Peluang Pasar Proteksi

August 14, 2026

ILUSTRASI. Jemaah haji kembali ke hotel setelah shalat Dzuhur di masjid Nabawi, (KONTAN/Siti Masitoh)

Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyatakan daftar tunggu atau waiting list calon jemaah haji di Indonesia telah mencapai sekitar 5,6 juta orang pada awal tahun 2026.

PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) mengatakan kalau ini bisa jadi peluang positif bagi perusahaan untuk menghadirkan perlindungan yang relevan bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan ibadah haji.

"Di mana kondisi ini mencerminkan bahwa kebutuhan akan perencanaan dan perlindungan semakin penting dalam perjalanan spiritual," ujar Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: BRI Tebar Promo Spesial di Momen HUT RI Ke-81, Ada Cashback hingga 50%

Menurutnya, Zurich Syariah dikatakan memiliki produk asuransi perjalanan syariah yang bisa dimanfaatkan untuk membidik peluang ini. Produk tersebut bisa jadi solusi perlindungan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah.

Oleh karenanya, saat ini fokus perusahaan adalah mengoptimalisasi pemanfaatan produk yang sudah ada seraya meningkatkan kualitas layanan untuk memastikan manfaat perlindungan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan.

Di sisi lain, Hilman mencermati adanya tren baru dalam merencanakan perjalanan ibadah ke tanah suci, yaitu meningkatnya minat umrah mandiri. Tipe perjalanan ini disebut membutuhkan fleksibilitas lebih dalam perencanaan ibadah.

Dengan itu, fokus perusahaan juga tetap memastikan bisa menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan dan tren yang terus berkembang.

Selain itu, mereka terus mengupayakan optimalisasi perluasan akses terhadap perlindungan berbasis syariah melalui berbagai kanal distribusi dan kolaborasi dengan berbagai mitra yang memiliki kedekatan dengan ekosistem haji dan umrah.

Sejalan dengan itu, perusahaan juga terus meningkatkan edukasi akan pentingnya perlindungan selama perjalanan ibadah agar masyarakat lebih memahami manfaat asuransi sebagai bagian dari perencanaan perjalanan yang matang.

Dengan begitu, ia optimistis bisa menjangkau lebih banyak calon jemaah haji maupun umrah secara berkelanjutan dan memberi perlindungan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Penjualan Mobil Tumbuh 10,5%, Adira Finance Ungkap Penyebab Pembiayaan Tertekan

Namun, Pengamat Asuransi Syariah dan anggota Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) Wahyudin Rahman mengingatkan bahwa peluang ini tetap memiliki tantangan tersendiri.

"Karena itu, tantangannya bukan hanya menciptakan produk, tetapi memastikan ekosistem haji dan umrah lebih optimal menyerap produk asuransi syariah," ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/8/26).

Salah satunya adalah ruang pasar asuransi syariah untuk ibadah haji atau umrah sudah memiliki mekanisme perlindungan sendiri, baik melalui tender haji maupun asuransi pembiayaan syariah. Selain itu, peluangnya juga masih bisa tercampur dengan asuransi konvensional.

Karenanya, ia berpendapat perlunya industri asuransi untuk memperkuat posisi perlindungan syariah di seluruh rantai ekosistem haji dan umrah. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membangun membangun kolaborasi dengan perbankan syariah, travel, penyelenggara haji dan umrah, serta platform digital yang menawarkan proteksi tambahan sederhana yang terjangkau dan murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag