Angka kemiskinan Temanggung turun
Sabtu, 12 September 2026 12:51 WIB
Ilustrasi - Warga Temanggung mengantre beras pada oeperasi pasar. (ANTARA/Heru Suyitno)
Temanggung (ANTARA) - Angka kemiskinan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 2025 tercatat 7,78 persen atau sekitar 62.050 jiwa, turun dari 8,67 persen atau sekitar 72.960 jiwa pada 2024.
"Penurunan angka kemiskinan menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat Temanggung," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Temanggung Esti Dwi Utami di Temanggung, Jumat.
Secara umum, capaian angka kemiskinan Temanggung pada 2025 berada di urutan ke-13 di Provinsi Jawa Tengah.
Di wilayah pengembangan Gelangmanggung yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Purworejo, Temanggung berada di posisi kedua dalam capaian penurunan kemiskinan.
Meski menunjukkan tren positif, Esti mengatakan penanganan kemiskinan tidak dapat hanya dilihat dari penurunan angka statistik. Kemiskinan berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan memperoleh hak-haknya.
"Kemiskinan bukan sekadar angka atau statistik semata, namun kemiskinan adalah suatu kondisi masyarakat yang belum terpenuhi hak-haknya, termasuk hak atas pendidikan yang layak, kesehatan, serta akses terhadap pekerjaan dan kehidupan ekonomi yang baik," katanya.
Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan penanganan menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor. Program penanggulangan kemiskinan tidak cukup dilakukan secara parsial, sektoral, atau sekadar menjadi agenda rutin tahunan.
"Penanganan kemiskinan tidak bisa kita lakukan secara parsial, ego sektoral, atau sekadar urusan rutin tahunan. Ini adalah panggilan kemanusiaan, sekaligus tanggung jawab moral dan konstitusional kita," katanya.
Esti mengatakan pemerintah daerah perlu memastikan penurunan angka kemiskinan diikuti peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurut dia, akses pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan sosial menjadi bagian penting untuk mencegah masyarakat kembali jatuh ke dalam kemiskinan.
Dengan capaian 7,78 persen pada 2025, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya mempertahankan tren penurunan, tetapi juga memperkuat intervensi yang menyasar kelompok masyarakat miskin secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.