Elephants

Alokasi dana untuk program Papua Barat Cerdas Rp80 miliar - ANTARA News Papua Tengah

July 14, 2026

Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengalokasikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp80 miliar untuk mendukung keberlanjutan program Papua Barat Cerdas pada tahun 2026 atau mengalami peningkatan dibanding alokasi tahun 2025 yaitu Rp50 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba di Manokwari, Selasa, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan bantuan pendidikan menengah dan beasiswa pendidikan tinggi.

"Karena menggunakan Dana Otsus, maka penerima manfaat harus anak-anak asli Papua (OAP) yang masih SMA/SMK, kuliah S1, S2, S3, dan kedokteran," ujarnya.

Dia menyebut bahwa jumlah pendaftar beasiswa program Papua Barat Cerdas untuk jenjang S1 dengan syarat IPK 2,75 telah mencapai 1.950 orang dan kedokteran 70 orang yang nantinya semua dokumen calon penerima terlebih dahulu diverifikasi inspektorat daerah.

Setiap penerima beasiswa pendidikan jenjang sarjana akan memperoleh dukungan anggaran sebanyak Rp10 juta per tahun, sedangkan kedokteran sebanyak Rp100 juta dengan syarat wajib mengabdi di wilayah Papua Barat setelah menyelesaikan pendidikan dokter.

"Ada juga beasiswa S2 dan S3 yang memenuhi persyaratan administrasi. Kalau S1 maupun kedokteran sudah tutup pendaftaran, dan saat ini masih diverifikasi," ucap Barnabas.

Dalam waktu dekat, kata dia, pemerintah provinsi akan menggelar pertemuan dengan Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Papua Barat untuk menetapkan jumlah siswa calon penerima beasiswa tahun 2026 dari tujuh kabupaten.

Ada dua skema penyaluran beasiswa pendidikan menengah melalui program Papua Barat Cerdas. Pertama, beasiswa prestasi bagi pelajar SMA/SMK kelas XI dan XII senilai Rp2.687.500 per orang. Kedua, bantuan biaya seragam Rp3 juta per siswa kelas X.

"Bulan ini kami rapat dengan kepala SMA/SMK se-Papua Barat. Masing-masing harus bawa data pokok pendidikan, data siswa prestasi, dan data siswa OAP," ujarnya.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.