Jakarta -
Aljazair menutup wilayah udaranya mereka untuk pesawat sipil dan militer Uni Emirat Arab (UEA). Kebijakan itu diberlakukan setelah Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan negar tersebut.
larangan tersebut mulai berlaku pada Jumat lalu. Namun, penerbangan komersial menuju dan dari Bandara Algiers masih mendapat pengecualian dan diizinkan beroperasi hingga akhir 2026.
Mengutip Euronews, Selasa (15/9/2026) Kementerian Pertahanan Aljazair mengatakan kebijakan ini berlaku untuk pesawat sipil maupun militer yang terdaftar di UEA. Keputusan tersebut muncul setelah hubungan kedua negara semakin tegang dalam beberapa tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Aljazair sebelumnya menuding UEA melakukan tindakan provokatif dan bermusuhan. Meski begitu, Aljazair tidak menjelaskan secara rinci tindakan yang menjadi pemicu langsung pemutusan hubungan diplomatik tersebut.
Pada Kamis, Aljazair juga memberikan waktu 48 jam kepada Duta Besar UEA untuk mematuhi keputusan tersebut dan meninggalkan negara itu. Kementerian Luar Negeri Aljazair menyebut keputusan tersebut diambil setelah berbagai upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral tidak berhasil.
"Aljazair telah melakukan segala upaya untuk mengingatkan pihak Emirat dan memperingatkan mereka mengenai konsekuensi serius yang dapat timbul dari tindakan mereka yang disesalkan dan tidak dapat dibenarkan," kata Kementerian Luar Negeri Aljazair.
Kementerian tersebut mengatakan UEA tetap melanjutkan tindakannya hingga mencapai titik yang tidak lagi dapat dianggap dapat diterima atau ditoleransi. Pemerintah UEA menyayangkan keputusan Aljazair dan berharap langkah tersebut hanya berlangsung sementara demi menjaga hubungan persaudaraan kedua negara.
Ketegangan antara Aljazair dan UEA sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune, beberapa kali menuduh UEA berupaya mengganggu stabilitas negara-negara di kawasan, termasuk Libya, Mali, dan Sudan.
"Di mana pun mereka menginjakkan kaki, darah mengalir. Kami ingin mereka menjauh agar darah tidak mengalir di negara kami," tegas Presiden Abdelmadjid.
Perselisihan kedua negara juga dipengaruhi perbedaan kebijakan luar negeri. Aljazair menilai keterlibatan UEA di Afrika Utara dan kawasan Sahel bertentangan dengan prinsip politik luar negerinya serta menjadi ancaman tidak langsung terhadap keamanan Aljazair. Perbedaan sikap semakin terlihat setelah UEA menormalisasi hubungan dengan Israel pada 2020.
(upd/ddn)