Elephants

Aliansi Dosen harap wacana kuliah gratis diiringi peningkatan kualitas

September 23, 2026
Bagi Adaksi, keberhasilan kebijakan kuliah gratis nantinya jangan hanya diukur dari berapa juta mahasiswa yang tidak lagi membayar UKT, tetapi juga harus dilihat dari apakah mutu pendidikan meningkat, fasilitas membaik...

Jakarta (ANTARA) - Aliansi Dosen ASN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Adaksi) berharap adanya wacana kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak sekadar menggratiskan biaya kuliah, namun juga diiringi dengan peningkatan kualitas.

Melalui keterangan di Jakarta, Rabu, Ketua Umum DPP Adaksi, Anggun Gunawan menyoroti adanya diskusi publik yang mengkotak-kotakkan “kuliah gratis atau peningkatan mutu” bukanlah sebuah pilihan yang harus diambil salah satu opsinya.

"Keduanya merupakan persoalan yang harus diselesaikan bersamaan. Kuliah gratis tanpa peningkatan mutu berisiko menghasilkan perluasan akses tanpa kualitas. Sebaliknya, peningkatan mutu tanpa perluasan akses berpotensi membuat pendidikan tinggi semakin sulit dijangkau sebagian masyarakat," katanya.

Anggun menekankan kebijakan pembiayaan mahasiswa harus sekaligus menjadi instrumen untuk memperbaiki laboratorium, perpustakaan, riset, kualitas pembelajaran, rasio dosen-mahasiswa, serta kesejahteraan dan kompetensi dosen.

Baca juga: Mendiktisaintek masih hitung anggaran untuk pendidikan gratis di PTN

Di samping itu Adaksi menilai tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak tepat apabila semata-mata dibaca sebagai bukti bahwa Indonesia sudah terlalu banyak sarjana.

Menurut dia, persoalan lulusan perguruan tinggi harus dilihat dari dua sisi sekaligus, yakni kesiapan perguruan tinggi dan kemampuan perekonomian menciptakan pekerjaan berkualitas.

"Dari sisi kampus memang ada pekerjaan rumah. Kurikulum dan mata kuliah harus semakin relevan dengan perubahan pekerjaan, teknologi, kebutuhan industri, kewirausahaan, dan kompetensi masa depan. Perguruan tinggi perlu lebih kuat menghubungkan pembelajaran dengan proyek nyata, magang, penelitian terapan, industri, serta persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Adaksi harap wacana kuliah gratis di PTN mampu bawa dosen sejahtera

"Tetapi universitas tidak mungkin menciptakan seluruh lapangan pekerjaan sendirian. Kalau industri tidak berkembang, investasi produktif lemah, sektor manufaktur dan teknologi tidak cukup menyerap tenaga terdidik, serta ekosistem riset dan inovasi belum tumbuh kuat, lulusan perguruan tinggi akan tetap menghadapi keterbatasan kesempatan kerja," kata Anggun.

Oleh karena itu Anggun menekankan bahwa pendidikan tinggi harus ditempatkan sebagai satu ekosistem. Mahasiswa membutuhkan akses yang terjangkau, kampus membutuhkan pembiayaan yang memadai, dosen membutuhkan kesejahteraan yang layak, sedangkan lulusan membutuhkan ekonomi yang menyediakan pekerjaan berkualitas.

"Bagi Adaksi, keberhasilan kebijakan kuliah gratis nantinya jangan hanya diukur dari berapa juta mahasiswa yang tidak lagi membayar UKT, tetapi juga harus dilihat dari apakah mutu pendidikan meningkat, fasilitas membaik, beban pengajaran menjadi rasional, kesejahteraan dosen meningkat, dan lulusan memperoleh kompetensi yang semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja," ucap Anggun Gunawan.

Baca juga: Pemerintah bentuk tim khusus kaji kuliah gratis di PTN

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.